Gulai Ikan Mungkus, Menu Favorit Wisatawan dan Pemudik saat Berkunjung ke Kaur
- 24 Mar 2026 08:34 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Ikan mungkus (Sicyopterus sp.) merupakan ikan air tawar endemik berukuran kecil yang sering ditemukan di sungai berarus deras dengan dasar berbatu di Sumatera. Ikan ini dikenal memiliki tubuh licin, memanjang, serta kemampuan menempel pada batu.
Ikan mungkus juga populer sebagai kuliner tradisional khas Bengkulu, terutama di wilayah eks Bengkulu Selatan yang meliputi Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan. Biasanya, ikan ini diolah sebagai menu pendamping nasi, baik dimasak gulai maupun balado.
Bahan utama untuk membuat gulai ikan mungkus adalah ikan mungkus itu sendiri, yaitu sejenis ikan air tawar yang hidup di bebatuan sungai. Selain itu, digunakan santan dan berbagai rempah yang memperkaya cita rasa masakan.
Gulai ikan mungkus biasanya sangat diminati oleh wisatawan atau para perantau yang tengah mudik ke kampung halaman. Hal ini seperti dituturkan oleh Arthur, warga Padang Guci yang mudik pada momen Lebaran Idul Fitri 1447 H tahun ini.
“Tiap mudik, wajib kita hadirkan gulai ikan mungkus sebagai hidangan di meja makn. Pokoknya selalu rindu dengan gulai ikan mungkus saat di perantauan. Jadi ketika mudik wajib kita obati rasa rindu ini,” tutur Arthur saat menjalin silaturahmi bersama keluarga di momen Idul Fitri tahun ini.
Gulai ikan mungkus juga dapat dijumpai di berbagai rumah makan di Kabupaten Kaur, seperti di sekitar Jembatan Padang Guci dan Jembatan Air Seranjangan. Pengunjung atau wisatawan dapat dengan mudah menemukan masakan ini, terutama di kawasan Padang Guci.
Seporsi gulai ikan mungkus biasanya dihargai sekitar Rp25.000, lengkap dengan satu porsi nasi ibat atau nasi yang dibungkus daun pisang. Tak heran jika menu ini menjadi unggulan di rumah makan Padang Guci karena rasanya yang khas dan berbeda dari olahan ikan pada umumnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....