Bengkel Bonasera, Bengkel Sepeda Legend di Biak
- 24 Mei 2025 07:01 WIB
- Biak
KBRN,Biak: Usia senja dengan kondisi tubuh yang tidak tegap, tak bisa lagi berjalan dengan jarak yang jauh, suara yang tidak terdengar keras,namun semangat untuk menjalankan usaha bengkel yang puluhan tahun telah dilakoni Edi Rapi tetap membara diusianya menginjang 68 tahun
Pria asal Takalar Sulewsi Selatan itu menceritakan awal menginjakakan kaki di Kabupaten Biak Numfor di tahun 1974 mengikuti keluarganya yang membuka bengkel sepeda di jalan Selat Makassar di areal yang biasa disebut pohon beringin. Tidak melanjutkan sekolahnya di tingkat SMP, Edi Rapi mengikuti keluarganya yang disebut Omnya merantau di Biak dan banyak diajarkan ilmu tentang perbaikan sepeda oleh Omnya Berbekal ilmu yang didapat dan mengikuti jejak Omnya, Edi akhirnya melanjutkan usaha bengkel Omnya yang pulang kampung kembali ke Makassar.
‘’Saya dulu tidak tau perbaiki sepeda tapi diajar Om saya ,mulai dari cara menambal ban yang bocor, perbaiki gir sepeda dan semuanya.”ujar Edi
Setelah berpindah tempat beberapa kali di sekitar pohon beringin,untuk pertama kalinya Edi Rapi membuka bengkel Bonasera di jalan Teuku Umar sekitar tahun 1988 dan hingga saat ini tetap kokoh bertahan di lokasi yang sama.
“Memulai usaha bengkel di tempat yang baru sudah pasti bukan hal yang mudah,tapi dari mulut ke mulut yaa banyak pelanggan yang datang ke bengkel sampai hair ini tetap bertahan,”ucapnya
Awalnya hanya spesialis bengkel sepeda namun perlahan bengkel sepeda Bonasera yang dirintis Edi Rapi berkembang karena mulai banyak motor yang diperbaiki, maka sekitar tahun 2010, bengkel ini juga membuka jasa perbaikan motor, mulai dari tambal ban hingga ganti oli. Kewalahan dengan makin banyak langganan, Edi Rapipun mempekerjakan lima orang yang membantu di bengkel yang setiap harinya buka dari jam 06.00 WIT pagi hingga jam 18.00 WIT.
“Awal-awal melanjutkan usaha ini hanya mendapatkan pemasukan berkisar puluhan ribu rupiah tapi pelan-pelan,Alhamdulillah mulai dikenal dan pelanggan banyak berdatangan di bengkelmembawa sepeda mereka,setiap hari bisa lebih dari 10 sepeda diperbaiki dan juga motor, saying pekerjakan lima orang,”ujarnya
Meski diakui usahanya dilakukan secara mandiri dan belum pernah sekalipun mendapat bantuan pemerintah daearah, namun Edi Rapi tetap bersyukur dan juga sangat terbantu dan berterimakasih atas kepercayaan sejumlah pemilik toko yang membolehkan dirinya mengambil barang atau berhutang seperti oli atau sparepart untuk dipakai di bengkelnya kemudian pembayarannya dilakukan di akhir bulan.Terkadang aid an istri berngkat ke Makassar dan sekalian berbelanja sparepart di sana
“Belum ada bantuan dari pemerintah yang saya terima, dulu ada yang datang dan tanya-tanya tentang usaha saya ini tapi abis itu tidak ada kabarnya lagi,”ujar Edi
Pria yang yang biasa dipanggil Om Edi ini, menikahi Sabriya.35 tahun yang lalu dan memiliki satu orang putri,kini dengan tiga orang cucu yang semuanya tinggal di Makassar sehingga kerap pasangan suami istri ini bolak balik melihat anak dan cucu sekalian untuk berobat.
Sabriyapun kini sakit-sakitan, mengalami stroke ringan dan mata yang tidak lagi jelas melihat namun Sabriya tetap setia mendampingi suaminya yang diyakini sebagai laki-laki penuh tanggungjawaab dan pekerja keras.
“Saya kena stroke tapi Alhamdulillah masih bisa juga beraktivitas walau sangat terbatas dan suami say ajuag sakit gula,tapi dia orang yang disipolin, pekerja keras dan bertanggungjawab,”ujar Sabriya
Para pekerja yang notaben adalah keluarga,juga menggambarkan bagimana sosok Edi Rapi yang pendiam, tidak pernah marah dan pekerja keras.
“Om Edi itu tra (tidak) pernah marah, pendian dan pokoknya fokus saj akalau lagi bekerja tap karena sekarang sudah usia, jadi tidak lagi duduk dan perbaiki sepeda,”ucap Rauf
Kepercayaan terhadap bengkel Bonasera turun temurun dirasakan warga masyarakat di Biak Numfor yang loyal menjadi pelanggan setianya sejak puluhan tahun lamanya. Mereka datang bukan hanya dari dalam kota tapi hingga luar kota seprti Biak Timur, Biak Barat dan Biak Utara.Para pelanggan itu membawa sepedanya untuk diperbaiki atau dissrvice,mereka membawa di malam hari atau bahkan ada pula tengah malam.,.
“Ini bengkel legend di Biak karena saya dari kecil sampai sekarang saya sudah punya anak, kalau perbaiki sepeda ya di sini di Bonasera,tidak ada lagi bengkel sepeda lain,ini hanya satu-satunya di Biak dan kita percaya dan puas dengan hasil kerja Om Edi dan anak buahnya,”ujat Julis Gea
Kini Edi Rapi sudah tidak segesit dulu lagi untuk mengutak atik sepeda setiap pelanggan, tidak bisa lagi bekerja sendiri.
Banyak harapan seorang Edi Rapi diusianya yang makin senja ini untuk bengkel Bonasera,ia berharap bengkel ini tetap eksis berlanjut meski raga dan jiwana sudah tak ada lagi
“Saya sudah semakin tua tapi ingin usaha ini terus berlanjut,tapi anak saya kan perempuan dan tinggalnya juga tidak disini, harapan saya semoga bengkel ini tetap ada walau saya sudah tidak ada,”ujar Edi sambil terisak
Bengkel Bonasera,,bukan sebatas bengkel biasa,, karena dengan perkembangan jaman saat ini, tetap bertahan dan tak lekang oleh waktu..bagamana dedikasi dari seorang Edi Rapi sangat dirasakan masyarakat sangat membatu dengan keahlian dan ketranpilannya..
Sehat-sehat terus Om Edi,, Bengkel Bonasera tetap legenda didaerah ini