Danantara Akan Merger Perusahaan Negara Bidang Asuransi
- 30 Sep 2026 16:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- BPI Danantara terus melakukan restrukturisasi dan peleburan sejumlah perusahaan BUMN untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
- Peleburan perusahaan negara merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan penggabungan perusahaan-perusahaan tidak produktif.
- Dony Oskaria, Direktur Operasional BPI Danantara, mengkonfirmasi bahwa proses peleburan perusahaan negara telah dilakukan baru-baru ini.
Video
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, terus melakukan restrukturisasi atau peleburan (marger) sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu disampaikan Direktur Operasional Danantara atau Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria.
Ia menuturkan bahwa baru-baru ini, Danantara bahkan telah melakukan peleburan terhadap sejumlah perusahaan plat merah. Peleburan perusahaan negara ini sebagai tindaklanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yang menginginkan penggabungan perusahaan-perusahaan yang tidak produktif.
"Kan terus (peleburan) kan, setiap hari selalu ada, selalu ada yang (di marger). Kemarin kita baru merger yang asset management kan, kita lihat juga kan dari lima jadi satu," kata Dony saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.
Bahkan lebih lanjut diungkapkan Dony, Danantara akan terus melakukan peleburan perusahaan plat merah hingga akhir tahun 2026. Ia menyebut dalam waktu dekat ini, peleburan akan dilakukan pada perusahaan negara bidang asuransi.
"Ini bulan-bulan ini akan mulai asuransi, mulai akan merger (perusahaan) asuransi kita. Jadi, satu-satu terus. Berlanjut terus ya," ujarnya.
Diketahui target peleburan perusahaan negara ini menjadi salah satu fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara menuturkan bahwa BUMN memiliki 1.074 perusahaan beserta anak-cucunya.
Presiden menilai hal ini tidak efektif dan efisien, bahkan tidak memberikan hasil yang produktif. Untuk itu Kepala Negara memutuskan akan memangkas sekitar 750 perusahaan plat merah hingga akhir tahun 2026.
"Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN, 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," kata Presiden Prabowo saat pidato kenegaraan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....