Ritel Jadi Penggerak Konsumsi, Serap Jutaan Tenaga Kerja

  • 26 Agt 2026 21:39 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sektor ritel merupakan salah satu penggerak utama konsumsi masyarakat dalam negeri Indonesia menurut Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara.
  • Ritel adalah sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja di Indonesia.
  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh konsumsi dalam negeri yang mencapai porsi lebih dari 50 persen.
Video

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Hippindo Haryanto Pratantara menyebut sektor ritel menjadi salah satu penggerak utama konsumsi masyarakat dalam negeri Indonesia. Ia mengatakan ritel merupakan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Hal itu disampaikan Haryanto dalam Indonesia Retail Summit and Expo 2026 di Jakarta. Ia mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditentukan oleh konsumsi dalam negeri yang porsinya lebih dari 50 persen.

“Selain itu, ritel merupakan sektor yang sangat padat karya dan menyerap jutaan tenaga kerja. Namun, sektor ritel sering terlupakan karena istilah padat karya biasanya lebih banyak dikaitkan dengan industri manufaktur,” ujar Haryanto, Rabu, 26 Agustus 2026.

Besarnya penyerapan tenaga kerja, lanjut Haryanto, terlihat pada sejumlah perusahaan ritel besar di Indonesia. Ia mencontohkan Alfamart dan Indomaret yang masing-masing memiliki lebih dari 100 ribu karyawan.

“Sebagai contoh Alfamart dan Indomaret yang tokonya puluhan ribu, masing-masing punya karyawan lebih dari 100.000. Kawan Lama Group, salah satu ritel besar juga karyawannya juga puluhan ribu, mungkin bisa 60.000-an,” kata Haryanto.

Pernyataan tersebut diperkuat Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto. Ia menyebut konsumsi pada triwulan II tumbuh 5,06 persen dengan kontribusi 53,32 persen terhadap PDB.

“Kita lihat pada triwulan kedua, konsumsi masih tumbuh baik sebesar 5,06 persen dan menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Konsumsi merupakan aset Indonesia karena memberikan kontribusi sebesar 53,32 persen terhadap produk domestik bruto (PDB),” ujar Airlangga.

Airlangga meyakini sektor ritel dapat terus mendorong pertumbuhan perekonomian nasional. Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi menuju enam persen pada akhir tahun dan tahun berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....