Klaim Karhutla Menurun, Menhut Optimis Dampak El Nino Godzila Dapat Ditangani
- 29 Jul 2026 18:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan kemampuan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan hasil yang signifikan.
- Kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2015 mencapai 2,6 juta hektare, mencerminkan besarnya skala ancaman lingkungan di masa lalu.
- Penanganan karhutla pada periode setelah 2015 mampu menyelamatkan ratusan hektare lahan dari kebakaran, menunjukkan peningkatan efektivitas mitigasi.
Video
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, bahwa Indonesia selalu mampu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bahkan diungkapkan Menhut, penanganan karhutla itu mampu menurunkan dampak kebakaran lahan yang cukup signifikan.
Raja Juli menyatakan, berdasarkan data pada tahun 2015 kebakaran hutan dan lahan mencapai 2,6 juta hektare. Namun diungkapkannya penanganan pada periode selanjut mampu menyelamatkan ratusan hektare lahan dari karhutla.
"Sebagai bangsa kita patut gembira, dari tahun 2015, itu 2,6 juta hektare (ha), kemudian 4 tahun kemudian menjadi 2,1 juta ha. 4 tahun kemudian 2023 menjadi 1,1 juta, tahun lalu juga turun ya dari 375 jadi 350-an ha," kata Raja Juli saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Untuk itu dalam menghadapi cuaca ekstrem akibat El Nino Godzila, Indonesia diyakininya dapat menekan dampak karhutla. Sebab diungkapkan Menhut, catatan penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya, dapat menjadi pengalaman menghadapi karhutla tahun 2026.
Menurut Raja Juli, karhula pada kali ini dapat berpotensi terjadi cukuo signifikan. Hal ini diakibatkan karena cuaca ekstrem musim kemarau, yang beriringan dengan El Nino Godzila.
Dari hal ini ia menuturkan bahwa penguatan kolaborasi dan sinergitas menjadi salah satu langkah strategis dalam menangani karhutla. Tidak hanya antar lembaga negara, namun penanganan karhutla ditekankannya harus dilakukan secara bersama oleh seluruh elemen bangsa.
"Jadi sebenarnya kita bisa menekan itu, cuman ini butuh koordinasi yang lebih rekat lagi, lebih ketat lagi, karena memang ini El Ninonya. Climate change is real, jadi kita perlu bersama-sama mengantisipasi," imbuhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....