Menhut: Ada Tren Baru Penambahan Titik Panas Karhutla 2026

  • 29 Jul 2026 18:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni melaporkan tren penambahan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026 berdasarkan hasil pemantauan.
  • Enam provinsi masih berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2026, dengan analisis berdasarkan data hot spot (titik panas).
  • Selain enam provinsi tersebut, terdapat penambahan potensi daerah rawan karhutla yang perlu menjadi fokus mitigasi bencana.
Video

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut, terdapat tren penambahan daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu diungkapkannya, sebelum mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Ia mengatakan berdasarkan pemantauan hot spot (titik panas), terdapat enam provinsi yang masih berpotensi mengalami karhutla tahun 2026. Raja Juli menuturkan, selain enam provinsi itu, terdapat penambahan potensi daerah rawan karhutla.

"Di daerah-daerah gambut ya; Riau, Jambi, Sumsel, kemudian Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Tapi ini ada tren baru di luar 6 provinsi itu juga terjadi cukup masif, semacam di NTT, kemudian di NTB, di beberapa tempatlah," kata Raja Juli saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Penambahan daerah yang berpotensi mengalami karhutla, itu diindikasikan karena memiliki lahan gambut yang cukup luas. Untuk itu dikatakan Menhut, hal ini akan menjadi salah satu catatan penting, yang akan disampaikannya kepada Presiden Prabowo.

"Jadi nanti kita akan bahas lebih detail," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....