Dubes AS: Idulfitri Momentum Tradisi Keimanan untuk Saling Memaafkan

  • 21 Mar 2026 00:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dubes AS menilai Idulfitri sebagai momentum refleksi keimanan, kebersamaan keluarga, dan saling memaafkan.
  • Idulfitri dimaknai sebagai waktu mempererat hubungan antarsesama setelah Ramadan.
  • Dubes Kazakhstan menekankan Idulfitri sebagai momentum menebarkan kebahagiaan, keberkahan, dan memperkuat persaudaraan.
Video

RRI.CO.ID, Jakarta - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond menyampaikan Idulfitri momentum penting merefleksikan nilai-nilai keimanan. Khususnya dalam kebersamaan keluarga serta saling memaafkan.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa perayaan Idulfitri yang menandai berakhirnya Ramadan. Hal itu merupakan momen untuk mempererat hubungan antarsesama.

"Selamat Hari Raya Idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 20 Maret 2026.

Sementara itu, Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Serzhan Abdykarimov menilai perayaan Idulfitri sebagai momentum penting untuk menebarkan kebahagiaan. Khususnya mempererat kebersamaan antar masyarakat.

Menurutnya, perayaan Idulfitri dapat membawa keberkahan serta sukacita bagi seluruh masyarakat. Sekaligus mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan.

"Semoga Idulfitri membawa keberkahan. Dan sukacita untuk kita semua," ucapnya.

Ia berharap, momentum idulfitri menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi, dan memperkuat kebersamaan. Serta menumbuhkan semangat saling memaafkan di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....