Menkeu: Penerapan Trade AI Cegah Kebocoran Penerimaan Negara
- 12 Des 2025 20:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
Video
KBRN, Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, meluncurkan Aplikasi Kepabeanan Berbasis Kecerdasan Buatan atau Trade AI. Aplikasi ini akan diterapkan di pelabuhan-pelabuhan di Indonesia untuk memperkuat pengawasan impor.
“Trade AI bisa mendeteksi under-invoicing, over-invoicing, hingga potensi pencucian uang,” kata Menkeu Purbaya dalam acara peluncuran di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2024). Jadi, begitu barang masuk, harganya bisa dibandingkan langsung dengan harga di lokapasar di dalam maupun di luar negeri.
Dengan penggunaan Trade AI, tambah Menkeu, pemeriksaan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) bisa lebih cepat dilakukan. Semula hanya 10 hingga 14 dokumen per hari, dengan Trade AI bisa mencapai 145 dokumen PIB.
Selain lebih cepat, penerapan Trade AI bisa meminimalkan celah kebocoran penerimaan negara. Dari perhitungan yang dilakukan , penerapan Trade AI dapat mengamankan penerimaan negara hingga Rp1,2 miliar.
“Saya pikir sih masih terlalu kecil, tapi nggak apa-apa. Paling nggak first run sudah menghasilkan income yang clear, jadi kelihatannya proyek ini akan menguntungkan saya ke depan,” ucap Menkeu Purbaya.
Lebih lanjut Menkeu mengatakan, butuh investasi sekitar Rp45 miliar untuk terus mengembangkan sistem Trade AI. “Semakin canggih, seharusnya semakin besar keuntungannya,” ujarnya.
Menkeu Purbaya mengapresiasi kemampuan sumber daya manusia di Bea Cukai yang telah membangun aplikasi Trade AI dalam dua minggu. Menurutnya, aplikasi ini meningkatkan kemampuan Bea Cukai dalam mengantisipasi berbagai modus kejahatan perdagangan internasional.
Video lainnya:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....