BPOM Tingkatkan Kesadaran melalui Program Desa Pangan Aman
- 21 Okt 2025 15:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Video
KBRN, Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperluas program Desa Pangan Aman sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pangan sehat dan bebas risiko. Program ini digerakkan di berbagai daerah dengan melibatkan masyarakat, sekolah, dan pasar tradisional.
Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa kondisi gizi masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Berdasarkan data, sekitar 19,18 persen anak mengalami stunting dan kurang lebih 40 persen mengalami defisiensi mikronutrisi.
Dengan kondisi seperti ini menunjukkan masalah gizi yang nyata dan perlu segera ditangani oleh berbagai pihak.“Totalnya 80 persen, saya melihat kondisi yang nyata menjadi masalah kalau kita tidak tangani,” ujar Taruna selaku Kepala BPOM dalam sesi doorstop dalam acara Pertemuan germas Sapa, Selasa (21/10/2025).
Melalui program Desa Pangan Aman, BPOM berupaya memperbaiki kondisi tersebut dengan pembinaan dan pendampingan di berbagai wilayah. Lembaga ini telah membina lebih dari 1.100 desa, 17 ribu sekolah, serta ratusan pasar di seluruh Indonesia.
Selain itu, ribuan kader pangan juga dilatih untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi pangan yang aman. Tidak hanya itu, penjamak pangan yang bertanggung jawab dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah dibina.
Program ini diharapkan mampu membentuk ekosistem pangan yang lebih baik, berkelanjutan, dan berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat. BPOM berkomitmen terus memperluas jangkauan pembinaan agar keamanan pangan menjadi budaya di seluruh lapisan masyarakat. (nadya syifa syauqiyah)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....