Sejarah Konferensi Meja Bundar Diperingati Setiap 23 Agustus

  • 23 Agt 2024 08:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setiap 23 Agustus 2024 diperingati sebagai Hari Peringatan Konferensi Meja Bundar (KMB). KMB merupakan sebuah konferensi diadakan di Den Haag, Belanda, pada 23 Agustus-2 November 1949.

Dikutip laman Kemendibud, KMB digelar untuk menghentikan konflik antara Indonesia dan Belanda dalam bentuk pengakuan kedaulatan Republik Indonesia (RI). Pihak Belanda sendiri menggunakan istilah ‘penyerahan kedaulatan’ dalam konferensi ini.

Peserta konferensi ini ialah utusan-utusan dari RI dan Belanda. Kemudian, Majelis Permusyawaratan Federal atau BFO (Bijeenkomst voor Federaal Overleg) dan perhimpunan negara-negara bagian dibentuk Belanda.

KMB merupakan salah satu bagian dari peristiwa yang mengakhiri Revolusi Indonesia. Melalui KMB, Belanda, dan dunia internasional mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS), di mana RI merupakan salah satu negara bagiannya.

KMB tidak hanya penting bagi Indonesia dan Belanda tetapi juga memiliki signifikansi besar dalam perkembangan hukum internasional. Kemerdekaan Indonesia, yang diproklamasikan tanggal 17 Agustus 1945 oleh Sukarno dan Mohamad Hatta ditolak Belanda.

Penyebabnya, Belanda ingin melanjutkan kolonialismenya di Indonesia yang terhenti karena pendudukan Jepang tahun 1942-1945. Konflik bersenjata dan perselisihan diplomatik antara Indonesia dan Belanda terjadi segera sesudah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Salah satu hasil KMB yang disepakati pada 21 November 1949 ialah penetapan Indonesia sebagai sebuah negara federal bernama RIS. Terdiri atas 16 negara bagian dimana kedaulatan RIS diakui oleh Belanda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....