Festival Payung Api, Karya Kolaboratif yang Menghidupkan Tradisi
- 10 Agt 2024 21:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jambi: Festival Payung Api bagian dari Kenduri Swarnabhumi 2024 yang digelar, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (10/8/2024). Dalam festival itu menyajikan sebuah karya kolaboratif yang memadukan tradisi dan seni kontemporer, berhasil mencuri perhatian pengunjung.
Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan seni, 'Payung Api' menghidupkan kembali warisan budaya Melayu menyampaikan pesan tentang kehidupan, kebersamaan, dan pentingnya pelestarian budaya. Sejalan dengan semangat Kenduri Swarnabhumi 2024 yakni kemandirian dalam mengangkat kearifan lokal.
Karya 'Payung Api' menjadi hasil dari kolaborasi antar pelaku seni dan budaya masyarakat setempat. Hal itu menggabungkan tiga elemen penting dalam tradisi Melayu, yaitu Malam Tari Inai, Besya’ir, dan Tari Payung Api.
Kurator Lokal, Didin Sirojudin, mengungkapkan bahwa Kenduri Swarnabhumi menjadi momentum berkolaborasi dalam mengangkat potensi dan kearifan lokal. “Kenduri Swarnabhumi sangat membantu dalam mengangkat nilai-nilai kearifan lokal itu sendiri,” ujar Didin, Sabtu (10/8/2024).
Menurutnya, Payung Api dalam konteks pelestarian budaya Melayu memiliki makna yang sangat dalam, di mana payung menjadi simbol pelindung dan api sebagai penerang. “Sehingga, kebudayaan Melayu tak lapuk kena hujan, tak lekang kena panas,” kata Didin.
Didin juga menyoroti tantangan dalam proses kreatif para seniman. Menurutnya, proses kreatif yang dilakukan para kreator masih bersifat normatif. Sehingga menurutnya, perlu sering diberi wadah berekspresi agar tingkat kepercayaan diri meningkat terutama dengan pakem-pakem tradisi.
Kendati demikian, ia berharap melalui Festival Payung Api, seniman dan budayawan muda termotivasi mengembangkan seni dan budaya Melayu Jambi. Koreografer karya kolaboratif ini, Fandi Ari, menjelaskan Payung Api bukan sekadar properti panggung simbol yang sarat makna dalam tradisi Melayu.
Berasal dari rangka payung yang dihiasi lilin di atasnya, Payung Api dulu digunakan sebagai penerangan dan pengiring pengantin. "Lilin menerangi pada Payung Api ini memiliki makna sebagai cahaya kehidupan yang harus dijaga supaya tidak padam dan terus menyala," ucap Fandi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....