Arti Warna Merah Bagi Etnis Tionghoa saat Imlek

  • 06 Feb 2024 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Setiap tahun umat Konghucu merayakan Tahun Baru Imlek yang dirayakan berdasarkan penanggalan China. Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya dimeriahkan dengan berbagai macam tradisi, atribut dan makanan khas Imlek.

Salah satu warna khas yang identik dengan perayaan Imlek adalah warna merah. Atribut Imlek berwarna merah yang digunakan biasanya seperti pakaian, hiasan lampu, lampion kertas, Barongsai hingga Ang Pao.

Melansir South China Morning Post (SCMP), menurut budaya dan kepercayaan masyarakat Tionghoa, arti warna merah melambangkan keberuntungan. Juga kebahagiaan, serta kelimpahan.

Ini menurut penelitian yang dilakukan oleh Sigit Satrio Pribadi berjudul "Pengaruh Warna terhadap Kebudayaan Bagi Masyarakat Tionghoa," Universitas Sebelas Maret tahun 2010. Ia menjelaskan warna merah membawa sesuatu yang bersifat religius, suci, berani, perlu perhatian atau mendapatkan perhatian lebih.

Warna merah dapat menarik perhatian seseorang dan mengambil keputusan yang cepat serta meningkatkan harapan. Biasanya warna merah identik dilambangkan dengan api, panas, darah, gairah, cinta, kekuasaan, kehangatan, dan kesenangan.

Dalam budaya Etnis Tionghoa, warna merah juga menjadi lambang kemakmuran. Warna ini dianggap sebagai warna penghargaan tertinggi.

Merah selalu hadir dalam berbagai upacara dan perayaaan. Seperti pernikahan, tahun baru Imlek, hingga upacara kematian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....