Kenapa Air Laut Bisa Berubah Menjadi Hijau?
- 05 Okt 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Air laut di Koh Lan, Thailand mengalami perubahan warna menjadi hijau akibat ledakan pertumbuhan plankton atau plankton bloom yang terjadi dalam waktu tertentu.
- Perubahan warna laut dapat terjadi secara alami karena perubahan jumlah organisme dan material di dalam air laut, salah satunya disebabkan oleh pertumbuhan plankton dalam jumlah sangat banyak.
- Fenomena plankton bloom adalah peristiwa alam yang menghasilkan perubahan visual pada permukaan laut dan merupakan bagian dari dinamika ekosistem laut.
RRI.CO.ID, Jakarta — Air laut di Koh Lan, Thailand, berubah hijau akibat ledakan pertumbuhan plankton atau plankton bloom. Lalu, mengapa pertumbuhan plankton bisa membuat air laut berubah warna?
Perubahan warna laut sebenarnya dapat terjadi secara alami karena perubahan jumlah organisme dan material di dalam air. Salah satu penyebabnya adalah pertumbuhan plankton dalam jumlah sangat banyak dalam waktu tertentu.
Plankton merupakan organisme berukuran kecil yang hidup terbawa arus air. Sebagian plankton dapat melakukan fotosintesis dan menjadi bagian penting dalam rantai makanan laut.
Ketika plankton berkembang sangat cepat, kondisi tersebut disebut plankton bloom. Pertumbuhan yang sangat banyak dapat membuat warna permukaan laut terlihat berbeda dari biasanya.
Lalu, mengapa pertumbuhan plankton bisa meningkat secara tiba-tiba? Salah satu pemicunya adalah bertambahnya nutrisi yang masuk ke perairan.
Menurut Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir Thailand, hujan dapat membawa nutrisi dari daratan menuju laut. Nutrisi tersebut kemudian dapat mendukung pertumbuhan plankton di wilayah pesisir.
Selain nutrisi, suhu air, arus, cuaca, dan kondisi perairan juga dapat memengaruhi pertumbuhan plankton. Kombinasi kondisi tersebut dapat membuat plankton berkembang lebih cepat daripada biasanya.
Lalu, dari mana warna hijaunya berasal? NOAA menjelaskan bahwa warna hijau pada air dapat berkaitan dengan tingginya kandungan klorofil dari fitoplankton.
Klorofil merupakan pigmen yang digunakan fitoplankton untuk menyerap cahaya matahari. Semakin banyak fitoplankton di permukaan air, warna laut dapat terlihat semakin hijau.
Fenomena tersebut juga tidak selalu menghasilkan warna hijau. Jenis plankton dan kepadatannya dapat membuat air berubah menjadi warna lain, termasuk merah atau cokelat.
Namun, plankton bloom tidak selalu berarti pencemaran atau bencana bagi laut. NOAA menjelaskan bahwa sebagian besar pertumbuhan alga merupakan bagian alami dari ekosistem perairan.
Meski demikian, pertumbuhan plankton dalam jumlah besar dapat menimbulkan masalah bagi ekosistem. Ketika plankton mati dan terurai, proses tersebut dapat menghabiskan oksigen terlarut di dalam air.
Kondisi kekurangan oksigen tersebut dikenal sebagai hipoksia. Jika berlangsung parah, kondisi ini dapat mengganggu kehidupan ikan dan organisme laut lainnya.
Fenomena air laut berubah warna karena plankton bukan hanya terjadi di Thailand. Peristiwa serupa dapat muncul di berbagai wilayah ketika kondisi lingkungan mendukung pertumbuhan plankton secara cepat.
Karena itu, laut yang tiba-tiba berwarna hijau tidak selalu berarti airnya tercemar. Perubahan tersebut dapat menjadi tanda adanya perubahan jumlah plankton dan kondisi lingkungan di dalam perairan. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....