Alasan Mengapa Astronot Membutuhkan Baju Khusus di Luar Angkasa
- 04 Okt 2026 14:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Astronot membutuhkan perlindungan khusus berupa baju antariksa (spacesuit) ketika bekerja di luar pesawat di ruang angkasa.
- Spacesuit bukan hanya pakaian biasa, tetapi perlengkapan vital yang melindungi tubuh astronot dari kondisi ekstrem ruang angkasa.
- Baju antariksa memastikan astronot tetap hidup dan selamat selama melakukan aktivitas ekstravehtikular (EVA) di luar pesawat angkasa.
RRI.CO.ID, Jakarta - Astronot membutuhkan perlindungan khusus ketika keluar dari pesawat dan bekerja di ruang angkasa. Salah satu perlindungan utama tersebut adalah pakaian khusus yang dikenal sebagai spacesuit atau baju antariksa.
Baju antariksa bukan sekadar pakaian untuk melindungi tubuh dari kondisi ekstrem. Perlengkapan tersebut juga membantu para astronot tetap hidup selama melakukan aktivitas di luar pesawat.
Dilansir dari laman HowStuffWorks, baju antariksa dirancang untuk menghadapi kondisi ruang angkasa yang sangat berbeda dari Bumi. Baju tersebut harus menyediakan tekanan, oksigen, serta perlindungan dari lingkungan luar angkasa.
Lalu, bagaimana sebenarnya baju antariksa bekerja dan apa saja bagian penting di dalamnya?
1. Menjaga Tubuh Tetap Bertekanan
Di luar pesawat, tidak ada atmosfer seperti yang terdapat di Bumi. Karena itu, baju antariksa harus menjaga tekanan agar tubuh astronot tetap dapat berfungsi
NASA menjelaskan, baju antariksa yang digunakan untuk spacewalk sebenarnya merupakan pesawat kecil berbentuk tubuh manusia. Perlengkapan tersebut dirancang untuk menjaga astronot tetap aman selama berada di luar wahana.
2. Menyediakan Oksigen
Astronot tetap membutuhkan oksigen ketika melakukan aktivitas di luar pesawat. Kebutuhan tersebut dipenuhi melalui sistem pendukung kehidupan yang terdapat pada baju antariksa.
Bagian belakang baju antariksa memiliki ransel khusus yang menyimpan oksigen. Sistem tersebut juga membantu mengeluarkan karbondioksida yang diembuskan astronot.
3. Mengatur Suhu Tubuh
Suhu di luar angkasa dapat berubah sangat ekstrem ketika astronot terkena cahaya Matahari atau berada dalam bayangan. Baju antariksa membantu menjaga tubuh agar tetap berada pada kondisi yang aman.
Astronot menggunakan pakaian pendingin dengan jaringan pipa kecil yang dialiri air. Air tersebut membantu mengatur suhu tubuh selama aktivitas di luar pesawat.
4. Melindungi dari Debu dan Radiasi
Ruang angkasa juga memiliki berbagai ancaman yang tidak terlihat secara langsung. Baju antariksa membantu melindungi tubuh dari radiasi, debu, dan partikel kecil yang bergerak sangat cepat.
Lapisan baju dibuat dari beberapa jenis material dengan fungsi berbeda. Beberapa lapisan menjaga tekanan, sementara lapisan lainnya memberikan perlindungan terhadap lingkungan luar.
6. Ada Sistem Komunikasi
Astronot tetap harus berkomunikasi dengan kru lain dan pusat kendali selama melakukan spacewalk. Karena itu, baju antariksa dilengkapi oleh sistem komunikasi.
Mikrofon dan pengeras suara memungkinkan astronot berbicara dengan astronot lain. Sistem tersebut juga membantu pusat kendali memantau kondisi dan aktivitas selama spacewalk.
7. Bagaimana Jika Astronot Terlepas?
Astronot bekerja menggunakan pengaman ketika berada di luar pesawat. Namun, baju antariksa juga memiliki perangkat khusus untuk menghadapi keadaan darurat.
NASA menggunakan perangkat bernama SAFER yang memiliki beberapa pendorong kecil. Perangkat tersebut dapat membantu astronot kembali jika terpisah dari wahana antariksa.
Baju antariksa pada dasarnya menjadi perlengkapan penting yang memungkinkan astronot bekerja di luar pesawat. Tanpa perlindungan tersebut, tubuh manusia tidak dapat bertahan menghadapi kondisi ruang angkasa.
Karena itu, setiap bagian baju memiliki fungsi yang saling berkaitan selama astronot melakukan spacewalk. Mulai dari menjaga tekanan hingga menyediakan oksigen, semuanya dirancang untuk menjaga keselamatan penggunanya. (Nikita Yunistia Maryam)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....