Mengenal PMI dan Jejak Bantuan Kemanusiaannya di Tanah Air

  • 17 Sep 2026 15:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Palang Merah Indonesia (PMI) memperingati hari jadinya yang ke-81 pada 17 September 2026. Momentum tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang PMI dalam memberikan pelayanan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat Indonesia.

PMI telah menyalurkan berbagai bantuan bagi warga terdampak gempa NTT pada September 2026, salah satunya pendampingan psikologis. Mereka membantu mempertemukan warga terdampak dengan keluarganya sehingga komunikasi tetap terjaga setelah bencana secara lebih cepat.

Organisasi kemanusiaan itu juga pernah menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Robek, Manggarai, Nusa Tenggara Timur di bulan yang sama. Bantuannya menyasar wilayah dengan keterbatasan akses air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Terbaru, pada 8 September 2026, PMI membantu menyalurkan satu juta masker kepada warga terdampak erupsi Anak Krakatau di Jakarta Barat. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu melindungi masyarakat dari paparan abu vulkanik.

Palang Merah Indonesia merupakan organisasi perhimpunan nasional yang bergerak dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Peran tersebut membuat PMI hadir dalam berbagai kebutuhan masyarakat, terutama ketika warga menghadapi keadaan darurat.

PMI resmi berdiri pada 17 September 1945 dan pembentukannya dipelopori oleh Mohammad Hatta. Sebelum berdiri, kegiatan kepalangmerahan di Indonesia telah dirintis pemerintah kolonial Belanda melalui Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling Indie.

PMI memperoleh pengakuan Komite Internasional Palang Merah pada 1950 dan kemudian bergabung dengan IFRC. Dalam menjalankan misi kemanusiaan, PMI menerapkan prinsip tidak memihak kepada kelompok politik, ras, suku, maupun agama.

Melansir PMI Kota Lubuk Linggau, tugas PMI mencakup kesiapsiagaan bencana, pertolongan pertama, kesehatan, dan transfusi darah. PMI juga menjalankan pembinaan relawan melalui berbagai wadah, termasuk Palang Merah Remaja dan Korps Sukarela.

Tak hanya itu, PMI ikut mengelola pelayanan donor darah melalui Unit Donor Darah untuk memenuhi kebutuhan transfusi masyarakat. Petugas merekrut pendonor, mengambil darah, melakukan skrining, mengolah komponen darah, lalu mendistribusikannya kepada rumah sakit.

Kebutuhan darah terus muncul untuk menangani kecelakaan, operasi besar, perdarahan persalinan, serta penyakit tertentu. Karena itu, PMI menjadi garda terdepan antara pendonor sukarela dan pasien yang membutuhkan transfusi darah secara aman.

PMI juga menyediakan ambulans, klinik kesehatan gratis, serta kampanye promosi kesehatan untuk masyarakat. Organisasi tersebut turut memberikan pertolongan pertama, menyiapkan dapur umum, dan menyalurkan logistik ketika bencana terjadi.

PMI telah membantu korban gempa, banjir, tsunami, konflik, dan berbagai bencana lainnya. Respons PMI mencakup evakuasi, pencarian, pelayanan kesehatan, tim medis, dapur umum, rumah sakit lapangan, serta distribusi kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....