Tips Meningkatkan Minat Literasi pada Anak sejak Usia Dini

  • 14 Sep 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Minat membaca anak tidak berkembang secara alami melainkan harus dibangun dan distimulasi sejak usia dini.
  • Keluarga dan sekolah memiliki tanggung jawab penting dalam membangun dan menumbuhkan minat literasi anak melalui berbagai pendekatan.
  • Literasi mencakup kemampuan multidimensional yaitu membaca, memahami, menginterpretasi, berbicara, menulis, dan menggunakan informasi secara efektif dalam kehidupan sehari-hari.

RRI.CO.ID, Jakarta - Minat membaca anak tidak selalu tumbuh dengan sendirinya dan perlu dibangun sejak dini. Karena itu, keluarga dan sekolah berperan penting menumbuhkan minat literasi anak.

Literasi mencakup kemampuan membaca, memahami, menginterpretasi, berbicara, menulis, dan menggunakan informasi. Stimulasi dini membantu anak mengenal lingkungan, menambah pengetahuan, berpikir kritis, serta memahami situasi sekitarnya.

Pengenalan literasi sebaiknya dilakukan sejak prasekolah melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan keseharian anak. Anak dapat diajak berbicara, bercerita, mendengarkan dongeng, bermain, bernyanyi, dan bersyair sebagai stimulasi literasi.

Kegiatan tersebut membantu anak mengenali kosakata, bunyi ujaran, huruf, angka, serta makna. Selanjutnya, orang tua dapat menyediakan bacaan sesuai usia dan minat untuk membangkitkan rasa ingin tahu.

Melansir Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, buku sesuai usia dan minat membantu membangun kebiasaan membaca. Lingkungan belajar yang kondusif juga membuat anak nyaman, fokus, dan menikmati bacaan.

Orang tua dapat menyediakan buku di rumah, sedangkan pendidik menciptakan lingkungan belajar menarik dengan fasilitas memadai. Orang tua juga perlu menjadi teladan dalam memilih dan menyaring informasi bagi anak.

Selain membaca, anak perlu diberi kesempatan berdiskusi tentang buku atau artikel yang telah dibaca. Diskusi dan refleksi membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

Orang tua maupun pendidik dapat mengajak anak menyampaikan pertanyaan, pendapat, dan pemahaman setelah membaca. Kemampuan ekspresif penting karena anak perlu memahami sekaligus menyampaikan gagasan.

Kegiatan literasi sebaiknya menyesuaikan perkembangan anak dan kebutuhan informasi pada setiap tahap usia. Anak sekolah dasar dapat memperoleh bacaan akademik sekaligus bahan bacaan yang sesuai minat.

Anak usia sembilan hingga 12 tahun dapat mulai diperkenalkan pada literasi digital secara bijaksana. Orang tua perlu mendampingi anak mengevaluasi sumber informasi dan memahami konten yang ditemukan secara digital.

Orang tua juga dapat mengajak anak mengunjungi perpustakaan atau toko buku secara rutin. Kebiasaan membaca, lingkungan kondusif, pendampingan teknologi, dan dukungan keluarga dapat menumbuhkan literasi bertahap. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....