RRI Perkuat Peran Menjangkau Masyarakat Perbatasan

  • 12 Sep 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radio Republik Indonesia (RRI) tidak hanya menjangkau pendengar di berbagai daerah Indonesia.
  • RRI juga mengembangkan siaran bagi masyarakat perbatasan dan warga Indonesia di luar negeri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Radio Republik Indonesia (RRI) tidak hanya menjangkau pendengar di berbagai daerah Indonesia. Lembaga penyiaran publik ini juga mengembangkan siaran bagi masyarakat perbatasan dan warga Indonesia di luar negeri.

Peran tersebut terlihat melalui pengembangan siaran suara perbatasan yang dilakukan RRI sejak 2009. Salah satunya melalui Studio Produksi RRI Entikong, Kalimantan Barat, yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

Saat itu, Studio Produksi RRI Entikong hanya diawaki sekitar 10 orang. Meski dengan jumlah personel terbatas, studio tersebut menjadi penghubung masyarakat perbatasan dengan Jakarta dan daerah lain di Indonesia.

Keberadaan RRI di kawasan perbatasan juga berkaitan dengan kebutuhan masyarakat terhadap informasi dari dalam negeri. Siaran lokal membantu masyarakat memperoleh informasi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan daerah.

Kebutuhan tersebut tidak hanya mencakup masyarakat secara umum. Di Boven Digoel, misalnya, pernah muncul dorongan agar RRI menghadirkan siaran khusus bagi perempuan di wilayah perbatasan.

Peran RRI kemudian berkembang hingga menjangkau masyarakat Indonesia di luar negeri. Salah satu sasarannya adalah tenaga kerja Indonesia yang berada jauh dari keluarga di Tanah Air.

Bertepatan dengan HUT ke-65 RRI pada 2010, berbagai sumber menyebut siaran RRI telah menjangkau Hong Kong dan Kuala Lumpur, Malaysia. Direktur Utama RRI saat itu, Parni Hadi, juga mengumumkan rencana perluasan siaran ke Korea Selatan, Jepang, dan kawasan Timur Tengah.

Program tersebut diberi nama Siaran Kampung Halaman. RRI menjadikannya sebagai jembatan udara yang menghubungkan pekerja Indonesia di luar negeri dengan keluarga di Tanah Air.

Siaran Kampung Halaman pada awalnya ditujukan bagi TKI dan TKW di Hong Kong serta Kuala Lumpur. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan Radio Perantau yang difasilitasi Dompet Dhuafa.

Selain pekerja Indonesia di luar negeri, RRI juga mengembangkan kerja sama siaran bagi calon jemaah haji dan jemaah haji. Program tersebut dilakukan bersama Radio Jeddah di Arab Saudi.

Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa kehadiran RRI tidak berhenti pada fungsi hiburan. Siaran menjadi sarana informasi sekaligus penghubung masyarakat dengan Indonesia, baik di perbatasan maupun luar negeri. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....