Radio Analog dan Digital, Begini Perbedaannya

  • 11 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Radio adalah media komunikasi yang menyampaikan informasi kepada pendengar melalui suara dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
  • Perkembangan teknologi telah membawa radio memasuki era digital, termasuk melalui digital audio broadcasting (DAB) dan radio berbasis internet.
  • Radio terus mengikuti perubahan dalam dunia komunikasi dengan sistem analog dan digital yang memiliki karakteristik berbeda dalam proses komunikasi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Radio merupakan media komunikasi yang menyampaikan informasi kepada pendengar melalui suara dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Perkembangan teknologi kemudian membawa radio memasuki era digital, termasuk melalui digital audio broadcasting dan radio berbasis internet.

Dari perangkat sederhana hingga teknologi yang semakin canggih, radio terus mengikuti perubahan dalam dunia komunikasi. Perubahan tersebut kemudian menghadirkan sistem analog dan digital dengan karakteristik berbeda dalam proses komunikasi.

Melansir Primacom Interbuana, radio analog bekerja dengan mentransmisikan suara dalam bentuk gelombang elektromagnetik melalui sistem komunikasi radio. Teknologi ini dikenal lebih sederhana sehingga mudah dioperasikan dan tidak membutuhkan investasi perangkat yang terlalu mahal.

Radio rig analog mengirimkan suara sebagai gelombang frekuensi radio secara berkelanjutan menggunakan modulasi FM atau AM. Sistem tersebut membuat suara langsung ditransfer dari perangkat pengirim menuju perangkat penerima melalui gelombang radio.

Berbeda dari analog, radio digital mengubah suara menjadi sinyal digital berupa kode biner sebelum dikirimkan kepada penerima. Sinyal tersebut kemudian didekodekan kembali sehingga dapat menghasilkan suara yang bisa didengar pengguna secara utuh.

Perbedaan cara kerja tersebut turut memengaruhi kualitas suara yang diterima selama proses komunikasi berlangsung dalam penggunaannya. Radio analog cenderung menghasilkan suara alami, sedangkan radio digital menawarkan suara lebih jernih dan stabil.

Radio analog lebih mudah mengalami noise, interferensi, dan distorsi ketika digunakan pada jarak jauh atau di tempat bising. Sementara itu, radio digital memiliki kemampuan peredam kebisingan yang lebih baik sehingga sinyal terdengar lebih stabil.

Jangkauan komunikasi juga menjadi salah satu perbedaan yang terlihat antara kedua sistem radio tersebut dalam penggunaannya sehari-hari. Melansir dari RadioKomunikasi, kualitas suara analog menurun bertahap ketika jarak bertambah, sedangkan digital tetap stabil hingga batas jangkauan.

Dari sisi fitur, radio analog umumnya menawarkan pengaturan dasar seperti frekuensi, volume, dan squelch untuk kebutuhan komunikasi. Radio digital memiliki fitur tambahan berupa enkripsi suara, pelacakan GPS, mode teks, serta konektivitas dengan jaringan lain.

Keamanan komunikasi menjadi keunggulan lain yang membedakan teknologi digital dari sistem analog pada penggunaan tertentu. Radio analog rentan disadap karena tidak memiliki enkripsi bawaan, sedangkan radio digital dapat melindungi percakapan melalui fitur enkripsi.

Radio digital juga dapat mengirimkan data selain suara, termasuk pesan teks dan informasi lokasi melalui GPS. Selain itu, radio digital dapat digunakan dalam sistem trunking yang memungkinkan beberapa pengguna berbagi kanal frekuensi secara dinamis. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....