Mengenal Perkembangan Taekwondo dari Korea Selatan hingga ke Indonesia
- 04 Sep 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Taekwondo adalah seni bela diri asal Korea Selatan yang telah menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
- Sejarah taekwondo bermula sejak tahun 37 Masehi pada masa Kerajaan Koguryo di wilayah Korea dengan fungsi awal sebagai ritual dan tolok ukur kemampuan bertarung ksatria.
- Taekwondo telah berkembang menjadi olahraga resmi dengan organisasi internasional, menunjukkan transformasi dari tradisi bela diri kuno menjadi cabang olahraga modern.
RRI.CO.ID, Jakarta - Taekwondo merupakan seni bela diri asal Korea Selatan yang berkembang hingga ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Perjalanannya berlangsung panjang, dari tradisi bela diri Korea hingga menjadi olahraga dengan organisasi internasional.
Taekwondo disebut telah berkembang sejak 37 Masehi pada masa Kerajaan Koguryo di wilayah Korea. Pada masa tersebut, praktik bela diri digunakan dalam kegiatan ritual serta sebagai tolok ukur kemampuan bertarung seorang ksatria.
Perkembangan awal taekwondo berkaitan dengan berbagai tradisi bela diri yang tumbuh dalam sejarah Korea. Melansir dari Sparks Sports Academy, periode Tiga Kerajaan Korea memiliki praktik bela diri yang menjadi cikal bakal taekwondo.
Dua bela diri tradisional yang berpengaruh terhadap perkembangan taekwondo antara lain Subak dan Taekkyeon. Subak dikenal dengan teknik pukulan serta pertahanan, sedangkan Taekkyeon menonjolkan melalui teknik gerakan kaki.
Para prajurit juga memanfaatkan latihan bela diri untuk meningkatkan kemampuan bertarung dan kedisiplinan mereka. Pasukan elit Hwarang di Kerajaan Silla turut menjalani latihan bela diri sebagai bagian dari pembentukan kemampuan mereka.
Memasuki era modern, sejumlah sekolah bela diri atau kwan berkembang di Korea setelah berakhirnya pendudukan Jepang. Masing-masing kwan memiliki karakter dan gaya latihan berbeda, meski memiliki akar tradisi bela diri Korea.
Pada 1950-an, para ahli bela diri Korea mulai mendorong penyatuan berbagai aliran dalam satu nama. Nama Taekwondo kemudian digunakan untuk mewadahi perkembangan seni bela diri tersebut.
Nama taekwondo sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan penggunaan fisiknya. Meliputi kaki (tae), tangan (kwon), serta jalan atau seni (do).
Taekwondo memiliki ciri khas berupa teknik tendangan yang cepat, tinggi, kuat, serta dilakukan secara presisi. Latihan taekwondo juga mencakup pukulan, tangkisan, kuda-kuda, dan rangkaian gerakan 'poomsae'.
Selain kemampuan fisik, taekwondo juga mengajarkan sejumlah nilai yang berkaitan dengan pembentukan karakter para praktisinya. Masih melansir Sparks Sports Academy, nilai tersebut mencakup sopan santun, integritas, ketekunan, pengendalian diri, dan semangat pantang menyerah.
Perkembangan taekwondo kemudian mendorong terbentuknya organisasi yang mengatur penyelenggaraan serta perkembangan olahraga tersebut secara internasional. World Taekwondo Federation (WTF) berdiri pada 28 Mei 1973 sebagai federasi taekwondo resmi.
Taekwondo mulai berkembang di Indonesia pada 1975 setelah dibawa Mauritsz Dominggus ke wilayah Tanjung Priok. Kedatangannya ke Indonesia menjadi bagian penting dari awal perkembangan taekwondo nasional.
Seiring perkembangannya, taekwondo Indonesia memiliki dua organisasi, yaitu Federasi Taekwondo Indonesia dan Persatuan Taekwondo Indonesia. Kedua organisasi tersebut menggelar Musyawarah Nasional I pada 28 Maret 1981 untuk memajukan taekwondo Indonesia.
Taekwondo kini telah berkembang sebagai salah satu olahraga bela diri yang dikenal masyarakat Indonesia. Perkembangannya didukung keberadaan organisasi serta latihan dan kompetisi yang terus berlangsung. (Shafa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....