Bledug Kuwu, Gunung Lumpur yang Terus Meletup di Grobogan

  • 23 Agt 2026 16:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memiliki fenomena alam unik berupa Bledug Kuwu yang merupakan semburan lumpur berkala.
  • Bledug Kuwu terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, berjarak sekitar 28 kilometer dari pusat Kabupaten Grobogan.
  • Semburan lumpur di kawasan Bledug Kuwu dapat muncul setiap dua hingga tiga menit dan menjadi daya tarik wisata lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, memiliki fenomena alam berupa semburan lumpur yang muncul secara berkala. Fenomena tersebut dikenal sebagai Bledug Kuwu dan menjadi salah satu tempat wisata di daerah tersebut.

Bledug Kuwu berada di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, sekitar 28 kilometer dari pusat Kabupaten Grobogan. Semburan lumpur di kawasan ini dapat muncul setiap dua hingga tiga menit.

Bledug Kuwu termasuk mud volcano atau gunung lumpur. Berbeda dari gunung berapi pada umumnya, fenomena ini mengeluarkan lumpur, air, dan gas dari dalam tanah.

Menurut Badan Geologi Kementerian ESDM, material dari dalam tanah dapat naik ke permukaan melalui celah di bawah kawasan Bledug Kuwu. Wilayah tersebut juga memiliki lapisan tanah yang cukup tebal sehingga mendukung munculnya gunung lumpur.

Semburan yang muncul membawa campuran lumpur, air, gas, dan berbagai mineral dari dalam tanah. Lumpur tersebut juga memiliki kandungan garam yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.

Masyarakat setempat memanfaatkan air dari semburan untuk membuat garam secara tradisional. Air tersebut ditampung menggunakan batang bambu yang dibelah, lalu dibiarkan sampai airnya mengering.

Garam yang dihasilkan dari Bledug Kuwu dikenal sebagai bleng. Bahan tersebut juga dapat digunakan dalam pembuatan makanan tradisional, salah satunya kerupuk karak.

Pemanfaatan garam dari Bledug Kuwu ternyata sudah berlangsung sejak lama. Arsip Kabupaten Grobogan mencatat kegiatan membuat dan memperdagangkan garam dari kawasan tersebut sudah ada sejak masa penjajahan Belanda.

Selain fenomena alam, Bledug Kuwu juga memiliki cerita rakyat yang dikenal masyarakat. Salah satu cerita yang paling sering dikaitkan dengan tempat ini adalah kisah Jaka Linglung.

Menurut cerita turun-temurun, Jaka Linglung merupakan sosok naga yang melakukan perjalanan dari Laut Selatan menuju Medang Kamulan. Lubang yang dibuat dalam perjalanan tersebut kemudian dipercaya sebagai asal-usul Bledug Kuwu.

Cerita tersebut tentu berbeda dengan penjelasan ilmiah mengenai terbentuknya gunung lumpur. Namun, kisah Jaka Linglung tetap menjadi bagian dari budaya yang melekat pada Bledug Kuwu.

Bledug Kuwu juga pernah menjadi lokasi berbagai penelitian. Penelitian tersebut mencakup kondisi tanah, mineral, energi, kesehatan, hingga kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Fenomena semburan lumpur juga dapat ditemukan di beberapa tempat lain di sekitar kawasan tersebut. Salah satunya adalah Bledug Kramesan yang berada tidak jauh dari Bledug Kuwu.

Kini, Bledug Kuwu tidak hanya menjadi tempat untuk melihat semburan lumpur. Kawasan ini juga memiliki cerita tentang alam, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat sekitar.

Dari semburan lumpur hingga garam tradisional, Bledug Kuwu menyimpan banyak hal menarik. Fenomena alam tersebut menjadi salah satu bagian dari kekayaan Grobogan yang masih menarik perhatian hingga sekarang. (Rahmania Ulfah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....