Asupan DHA Anak Usia Sekolah Jadi Perhatian
- 21 Agt 2026 17:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemenuhan nutrisi anak usia sekolah menjadi perhatian seiring perubahan kebiasaan konsumsi setelah memasuki usia 7-12 tahun. Pada usia tersebut, sebagian anak mulai mengurangi konsumsi susu dan memilih minuman dengan cita rasa yang lebih disukai.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi asupan nutrisi penting, termasuk DHA yang berperan dalam mendukung fungsi otak. DHA juga berkaitan dengan perkembangan kemampuan belajar, konsentrasi, dan daya ingat anak.
Riset yang dipublikasikan dalam British Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan sekitar delapan dari sepuluh anak Indonesia usia 4-12 tahun memiliki asupan EPA dan DHA di bawah rekomendasi FAO/WHO. Temuan tersebut menunjukkan pentingnya perhatian terhadap pemenuhan nutrisi anak sejak usia sekolah.
Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk Haruman Rustandi mengatakan, orang tua menghadapi tantangan ketika anak mulai memiliki preferensi minuman sendiri. Menurutnya, pemenuhan nutrisi perlu mempertimbangkan kebutuhan sekaligus kebiasaan konsumsi anak.
“Sebagai orang tua, kita selalu ingin yang terbaik untuk anak. Tapi memaksa anak minum sesuatu yang tidak mereka suka hanya menciptakan konflik di rumah,” ujar Haruman dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ia mengatakan, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah menghadirkan pilihan makanan dan minuman bernutrisi yang sesuai dengan selera anak. Dengan demikian, pemenuhan nutrisi dapat dilakukan tanpa mengabaikan preferensi anak.
Salah satu upaya yang dilakukan industri adalah menghadirkan alternatif minuman dengan kandungan DHA. PT Mayora Indah Tbk melalui merek Champion mengembangkan minuman cokelat yang diperkaya DHA untuk anak usia sekolah.
Haruman mengatakan, pengembangan tersebut dilakukan dengan memadukan cita rasa yang disukai anak dan kandungan nutrisi. Langkah itu diharapkan dapat membantu orang tua menghadapi tantangan pemenuhan nutrisi anak sehari-hari.
Ia menilai kebutuhan nutrisi anak perlu menjadi perhatian bersama untuk mendukung tumbuh kembang generasi penerus. “Kami percaya bahwa minuman yang enak dan minuman yang bernutrisi tidak harus menjadi dua hal yang berbeda,” ujar Haruman.
Pemenuhan DHA tetap perlu menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang anak. Orang tua juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi anak diperoleh dari beragam sumber makanan dan minuman sesuai kebutuhan tumbuh kembangnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....