Uskup Tanjungkarang: Mencintai Tanah Air harus Mencerdaskan Bangsa

  • 17 Agt 2026 16:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia yang diselenggarakan di Asilo Hermelink, Bandar Lampung.
  • Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti upacara dengan khitmad dan tertib, menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam perayaan kemerdekaan.
  • Imanuel dari Paroki Kedaton bertugas sebagai komandan upacara dengan memimpin jalannya seluruh barisan secara tegas dan profesional.

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo menjadi inspektur upacara peringatan HUT ke-81 RI di Asilo Hermelink, Bandar Lampung. Ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat mengikuti upacara dengan khitmad dan tertib.

Imanuel dari Paroki Kedaton bertugas sebagai komandan upacara. Langkah tegas Imanuel memimpin jalannya seluruh barisan.

Dalam upacara itu hadir sejumlah perwakilan kelompok. Diantaranya WKRI, tokoh-tokoh ormas, dan pramuka serta Umat Muslim sekitar lingkungan Asilo.

Dalam amanatnya, Mgr. Vinsensius menegaskan pentingnya arti kemerdekaan yang sejati. Menurutnya, merdeka bagi rakyat Indonesia berarti mewujudkan Indonesia berdaulat, adil, dan makmur.

Ia mengatakan, cita-cita tersebut berakar kuat dalam Pembukaan UUD 1945. Menurutnya, bangsa Indonesia kaya akan sumber daya manusia dan alam dimana kedaulatan berarti menguasai seluruh potensi untuk kesejahteraan bersama.

"Kesejahteraan baru tercapai jika warga paling miskin menjadi prioritas utama. Ia juga mengajak untuk mengubah paradigma daerah perbatasan agar tidak tertinggal," kata Uskup yang memimpin 74 ribu umat seluruh Lampung itu, Senin, 17 Agustus 2026.

Lebih lanjut Uskup Vincensius menyampaikan orang yang mencintai Tanah Air harus mencerdaskan bangsa. Untuk itu pendidikan harus menjadi prioritas utama demi kemajuan seluruh anak bangsa.

Ia menegaskan agar kepentingan umum selalu didahulukan di atas golongan. Menurut Mgr Avin, panggilan akrabnya, panggilan kemerdekaan ini sangat mendesak di tengah berbagai tantangan bangsa.

Ia-pun mengajak masyarakat untuk membangun kehidupan dari tingkat yang terkecil. Menurutnya, kesadaran akan kelestarian lingkungan hidup juga harus senantiasa ditingkatkan.

Ia mengungkapkan, kerusakan alam terjadi akibat kurangnya rasa memiliki atas bumi bersama. Di atas segalanya, penghargaan terhadap martabat manusia adalah hal yang utama.

"Oleh karena itu, seluruh manusia dipanggil dalam persaudaraan sejati. Mari bersama-sama memperjuangkan cita-cita luhur demi ketertiban dunia", kata Mgr Avin.

Sebagai informasi, Asilo Hermelink berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar milik Keuskupan Tanjungkarang. Asilo terletak di Jalan Z.A. Pagar Alam Nomor 18, Gedong Meneng, Rajabasa, Bandar Lampung.

Kata “Asilo” berasal dari bahasa Latin atau Italia yang berarti tempat perlindungan atau tempat yang aman dan nyaman. Penamaannya merujuk pada Mgr. Albert Hermelink Gentiaras SCJ.

Ia merupakan uskup pertama sekaligus pimpinan misi Katolik di Lampung yang tiba pada 1928 dan ditahbiskan pada 19 Juli 1961. Pada 19 Juli 2025, Uskup Tanjungkarang Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo meresmikan kawasan ini sebagai pusat kegiatan rohani dan sosial.

Kini kompleks tersebut bertransformasi menjadi hub komunitas dan pelayanan sosial multifungsi. Kawasan ini menaungi Laudato Si Centre sebagai pusat gerakan ekologis, camping ground, jogging track, dan ruang terbuka hijau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....