Penumpang Commuter Line Jabodetabek Tembus 210,47 Juta, Bagaimanakah Catatannya?

  • 07 Agt 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KAI melayani 210.468.029 pelanggan Commuter Line Jabodetabek selama Januari–Juli 2026.
  • Penggunaan Commuter Line membantu menekan jejak karbon perjalanan harian hingga sekitar 80 persen dibandingkan mobil pribadi.
  • KAI terus meningkatkan kapasitas layanan melalui pengembangan sarana, stasiun, kelistrikan, dan persinyalan.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melayani 210.468.029 pelanggan Commuter Line Jabodetabek selama Januari hingga Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 6,39 persen dibandingkan periode sama 2025 yang mencatat 197.833.176 pelanggan.

Dibandingkan periode Januari hingga Juli 2023, jumlah pelanggan bertambah 49.463.580 atau meningkat 30,72 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya peran transportasi massal dalam mendukung mobilitas masyarakat kawasan metropolitan Jabodetabek.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan peningkatan pelanggan mencerminkan tingginya kebutuhan transportasi publik masyarakat perkotaan. Data tersebut disampaikan melalui siaran pers yang dirilis di Jakarta pada Kamis, 6 Agustus 2026.

“Sebanyak 210,47 juta pelanggan telah menggunakan Commuter Line Jabodetabek selama tujuh bulan pertama 2026. Di balik angka tersebut terdapat perjalanan masyarakat untuk bekerja, belajar, menjalankan usaha, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengakses layanan publik. Keandalan transportasi massal memiliki peran langsung dalam menjaga produktivitas Jabodetabek,” ujar Anne.

Commuter Line Jabodetabek menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan, kesehatan, dan pelayanan publik. Kapasitas angkut berbasis rel juga meningkatkan efisiensi penggunaan ruang, energi, serta infrastruktur perkotaan.

“Transportasi publik yang andal memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses pekerjaan, pendidikan, dan kegiatan usaha. Warga dapat tinggal di wilayah penyangga dan tetap terhubung dengan berbagai pusat aktivitas, sehingga manfaat ekonomi dapat tersebar lebih luas di kawasan Jabodetabek,” kata Anne dalam keterangan kepada RRI.co.id , Kamis 6 Agustus 2026.

KAI mencatat penggunaan Commuter Line turut memberikan manfaat terhadap pengurangan emisi karbon sektor transportasi. Laporan Keberlanjutan KAI 2025 menunjukkan perjalanan Bekasi menuju Jakarta sejauh 30 kilometer menghasilkan sekitar 2,4 kilogram CO₂ per hari menggunakan kereta.

Perjalanan pada jarak sama menggunakan mobil pribadi menghasilkan sekitar 12 kilogram CO₂ setiap hari. Selisih tersebut menunjukkan penggunaan kereta api dapat menekan jejak karbon harian sekitar 80 persen.

Anne menyampaikan pilihan moda transportasi masyarakat berpengaruh terhadap pengurangan emisi dan efisiensi penggunaan energi. Penggunaan transportasi massal juga membantu mengurangi kepadatan kendaraan di jalan raya.

“Pilihan moda perjalanan yang dilakukan setiap hari akan membentuk dampak lingkungan dalam jangka panjang. Ketika jutaan masyarakat menggunakan Commuter Line, manfaatnya dapat dirasakan melalui penurunan emisi perjalanan, penghematan penggunaan energi, dan berkurangnya tekanan kendaraan di jalan raya,” ujar Anne.

KAI terus meningkatkan kualitas layanan melalui penguatan sarana, fasilitas stasiun, sistem kelistrikan, persinyalan, serta integrasi antarmoda. Pada 2026, jaringan Commuter Line Jabodetabek melayani 85 stasiun, meningkat dibandingkan 71 stasiun pada 2015.

Commuter Line Cikarang menjadi lintas dengan pertumbuhan pelanggan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, lintas tersebut menyumbang 24,53 persen dari total volume pelanggan KRL Jabodetabek dan menjadi lintas terbesar kedua setelah Commuter Line Bogor.

Anne menjelaskan peningkatan pelanggan Commuter Line Cikarang memperkuat kebutuhan pengembangan kapasitas layanan di lintas timur Jabodetabek. Pengembangan tersebut meliputi peningkatan keandalan sarana, persinyalan, kelistrikan, fasilitas stasiun, dan pengaturan perjalanan.

“Pertumbuhan Commuter Line Cikarang menunjukkan bahwa transportasi publik telah menjadi kebutuhan utama masyarakat di kawasan timur Jabodetabek. Penguatan layanan pada lintas ini akan membantu menjaga produktivitas, memperluas akses ekonomi, mengurangi beban jalan raya, serta memberikan manfaat lingkungan bagi kawasan yang terus berkembang,” kata Anne.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan peningkatan pelanggan menjadi dasar pengembangan kapasitas layanan secara bertahap. Pengembangan tersebut tetap mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu, kenyamanan, dan keandalan operasional.

“Penguatan Commuter Line Jabodetabek merupakan investasi bagi produktivitas masyarakat, efisiensi perkotaan, dan kualitas lingkungan. KAI akan terus mendukung kebijakan Pemerintah dalam memperluas penggunaan transportasi massal serta mempercepat pembangunan rendah karbon menuju Net Zero Emission Indonesia pada 2060," ujar Wisnu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....