Anak Tumbuh di Era Digital, Orang Tua Perlu Hadir dengan Cara Baru

  • 01 Jul 2026 00:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dan terus berubah
  • Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan eksplorasi hal-hal baru
  • Namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional

RRI.CO.ID, Jakarta - Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dan terus berubah. Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan eksplorasi hal-hal baru.

Namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional. Serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan keinginan dan memenuhi kebutuhannya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang mendapatkan pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.

"Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahapan dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini," kata Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, Rabu, 1 Juli 2026.

Setelah lahir, untuk mengembangkan kemampuan, karakter dan potensi anak penting bagi orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia serta kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi. Orang tua memiliki peran dalam memberikan ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, berekspresi dan membangun kepercayaan dirinya.

Spesialis anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A. menambahkan, mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat. Melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya.

"Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini," ucapnya.

Melihat kebutuhan tersebut, Konicare melalui Happy Kids Academy 2026 menghadirkan ruang interaksi bagi anak dan orang tua dengan tema "Tumbuh Hebat Bersama Konicare" yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026, di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta. Program ini dirancang untuk mendukung proses tumbuh kembang anak melalui tiga aspek penting, yaitu edukasi bagi orang tua, ruang bagi anak untuk berekspresi, serta aktivitas yang memperkuat hubungan keluarga.

Melalui sesi edukasi bersama dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak. Lalu stimulasi anak sesuai tahap perkembangannya, dan pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dengan anak.

Sebagai rangkaian kegiatan menuju Konicare Happy Kids Academy 2026, Konicare telah menjalankan school engagement program di sejumlah sekolah dasar. Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti kompetisi menyanyi dan tari modern, sekaligus mendorong keberanian serta rasa percaya diri untuk tampil di depan publik.

Pada acara utama Konicare Happy Kids Academy 2026, keluarga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif seperti Kids Play Zone, Counselling Session, Color Analysis, Face Painting. Serta Meet and Greet bersama Densu Family sebagai Brand Ambassador Konicare untuk menciptakan pengalaman kebersamaan yang lebih bermakna.

Tidak hanya melalui pengalaman langsung, Konicare juga memperluas inisiatif bonding keluarga melalui peluncuran E-Book Seri ke-2 "101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua", setelah seri sebelumnya diperkenalkan pada Mei 2026. Melalui inisiatif ini, Konicare mengajak orang tua menjadikan aktivitas membaca mendongeng sebagai kebiasaan sederhana untuk membangun komunikasi, mempererat ikatan emosional, dan menciptakan waktu berkualitas bersama anak.

"Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru, karena itu, happy kids berawal dari happy parents," ujar Ajeng Raviando, Psi, Psikolog.

Sebagai brand yang telah lama mendampingi kebutuhan kesehatan dan perawatan keluarga Indonesia, Konicare hadir tidak hanya melalui produk yang mendukung keseharian ibu dan anak, tetapi juga melalui berbagai edukasi dan program keluarga yang memberikan dampak positif. Melalui pendekatan ini, Konicare ingin membantu orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat, percaya diri, dan berkembang sesuai potensinya.

"Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy," kata Silvyati K Putri, Senior Brand Manager Konicare.

"Melalui Konicare Happy Kids Academy, kami ingin selalu menemani perjalanan keluarga dalam membangun kedekatan, menciptakan momen bermakna. Serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....