Tragedi Kanishka 23 Juni 1985: Air India Flight 182 Meledak di Udara

  • 23 Jun 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Air India Flight 182 bombing merenggut nyawa 329 orang setelah bom meledak di pesawat Boeing 747 di atas Atlantik.
  • Hanya satu pelaku, Inderjit Singh Reyat, yang berhasil divonis dalam kasus ini.
  • India terus dorong keadilan dan kecam segala bentuk glorifikasi terorisme.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pesawat Air India mengalami tragedi ledakan di wilayah udara Samudra Atlantik dekat Irlandia pada 23 Juni 1985. Peristiwa ini dikenal sebagai Air India Flight 182 bombing atau Kanishka bombing.

Tragedi ini menewaskan 329 orang di dalam pesawat Boeing 747 tersebut. Pemerintah India menyatakan bahwa pesawat tersebut dihancurkan akibat ledakan bom yang telah dipasang secara terencana.

Insiden ini disebut sebagai salah satu serangan teror paling mematikan dalam sejarah penerbangan dunia. Pada perkembangan investigasi, pemerintah India menyoroti bahwa serangan tersebut direncanakan dan dieksekusi dari wilayah Kanada.

Laporan resmi Kanada melalui Commission of Inquiry tahun 2010 menyebut adanya kegagalan sistem keamanan dan intelijen saat itu. “Kecelakaan Pesawat Air India Penerbangan 182 tetap menjadi serangan teroris terburuk dalam sejarah Kanada,” kata Perdana Menteri Kanada kala itu, Stephen Harper.

Namun, informasi itu tidak dianalisis secara efektif sehingga ancaman bom tidak berhasil dicegah. Komisi juga mencatat lemahnya koordinasi antara badan intelijen, kepolisian, dan otoritas transportasi Kanada.

Dalam kasus ini, hanya satu orang yang pernah divonis bersalah, yaitu Inderjit Singh Reyat. Ia menjalani hukuman penjara selama total 30 tahun atas tiga putusan hukuman terpisah.

Inderjit diberikan pembebasan sesuai ketentuan hukum ke sebuah rumah transisi pada Januari 2016. Ia dibebaskan sepenuhnya untuk kembali ke rumah keluarganya pada Februari 2017.

Sebagian besar pelaku lain disebut telah meninggal dunia atau tidak dapat dituntut karena kurangnya bukti hukum yang memadai. Pada 2010, pemerintah Kanada menyampaikan permintaan maaf resmi atas kegagalan institusional dalam menangani kasus tersebut.

“Serangan pesawat AI-182 ‘Kanishka’ pada tahun 1985 bertempat di Kanada. Serangan tersebut merenggut nyawa 329 orang tak bersalah (sebagian besar berasal dari India), termasuk 24 warga negara India,” tulis Kementerian Luar Negeri India melalui laman resminya pada 6 Februari 2025 lalu.

Hingga kini, India terus mendorong kerja sama internasional untuk memastikan para pelaku lain dapat diadili secara tuntas. Pemerintah India menegaskan, setiap bentuk glorifikasi terhadap serangan ini tidak dapat dibenarkan dan harus dikutuk secara global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....