Sering Mabuk Perjalanan? Simak Penyebab dan Tips Mengatasinya
- 17 Jun 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Mabuk perjalanan terjadi akibat ketidaksesuaian sinyal gerakan yang diterima otak.
- Kondisi ini dipicu oleh perbedaan informasi gerakan yang diterima indra tubuh.
- Gejalanya meliputi mual, pusing, muntah, dan tubuh lemas.
RRI.CO.ID, Jakarta – Mabuk perjalanan dapat dialami siapa saja saat menggunakan mobil, kereta, kapal laut, maupun pesawat terbang. Kondisi ini biasanya ditandai rasa mual, pusing, muntah, tubuh lemas, serta keringat berlebih selama perjalanan berlangsung.
Mabuk perjalanan terjadi ketika otak menerima sinyal gerakan yang berbeda dari mata, telinga, otot, dan persendian tubuh. Meski cukup mengganggu, ada berbagai cara sederhana untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, melansir dari berbagai sumber.
Penyebab Mabuk Perjalanan
Mabuk perjalanan terjadi akibat otak menerima informasi gerakan yang berbeda dari beberapa sistem indra tubuh secara bersamaan. Telinga bagian dalam, mata, serta jaringan tubuh mengirimkan sinyal yang tidak selaras selama kendaraan bergerak.
Saat berada di dalam kendaraan, tubuh cenderung diam sementara mata dan telinga tetap menangkap perubahan di sekitar. Perbedaan sinyal tersebut membuat otak kebingungan sehingga memicu gejala seperti mual, pusing, hingga keinginan untuk muntah.
Tips Mengurangi Mabuk Perjalanan
1. Pilih posisi duduk yang nyaman
Memilih tempat duduk dengan guncangan lebih sedikit dapat membantu mengurangi risiko munculnya gejala mabuk selama perjalanan. Usahakan duduk menghadap arah laju kendaraan agar tubuh dan penglihatan menerima gerakan yang lebih selaras bersama.
2. Konsumsi makanan yang tepat
Makanan ringan seperti roti, pisang, jahe, atau buah dengan rasa segar dapat membantu meredakan rasa mual. Sebaiknya hindari makanan terlalu berminyak, pedas, atau berat karena dapat membuat perut terasa kurang nyaman.
3. Penuhi kebutuhan cairan tubuh
Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum air putih atau jus selama perjalanan agar kondisi tetap bugar. Sebaliknya, batasi minuman berkafein karena dapat memicu dehidrasi dan memperburuk rasa pusing serta mual berlebihan.
4. Hirup udara segar
Udara segar dapat membantu tubuh merasa lebih nyaman ketika mulai muncul rasa pengap atau tidak enak. Buka jendela kendaraan atau arahkan pendingin udara ke tubuh untuk menciptakan sirkulasi yang lebih baik.
5. Kurangi penggunaan gadget dan membaca
Menatap layar ponsel atau membaca buku terlalu lama bisa memicu ketidaksesuaian sinyal yang diterima oleh otak. Sebagai gantinya, nikmati pemandangan sekitar atau pejamkan mata sejenak agar tubuh terasa lebih rileks selama perjalanan.
6. Manfaatkan aroma yang menenangkan
Aromaterapi seperti minyak peppermint sering digunakan untuk membantu mengurangi rasa mual ketika sedang bepergian jauh. Aroma segar tersebut dapat dihirup secukupnya agar tubuh terasa lebih rileks dan nyaman selama berada di kendaraan.
7. Coba teknik sederhana pada tubuh
Sebagian orang memanfaatkan tekanan ringan pada titik tertentu di pergelangan tangan untuk membantu meredakan mual. Cara ini telah lama dikenal sebagai salah satu metode tradisional yang mudah dilakukan saat sedang bepergian.
8. Gunakan obat bila diperlukan
Apabila berbagai cara sederhana belum membantu, obat mabuk perjalanan dapat menjadi pilihan sebelum perjalanan dimulai. Namun, penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk yang tepat agar manfaatnya lebih optimal dan aman bagi tubuh. (Sarah Maulida Ali)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....