Simak Tata Cara Salat Iduladha Lengkap
- 26 Mei 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Salat Iduladha dilaksanakan setiap 10 Zulhijah dan hukumnya sunah muakkad menurut mayoritas ulama
- Salat Iduladha dilakukan dua rakaat dengan tambahan tujuh dan lima kali takbir
- Salat Iduladha dianjurkan dilaksanakan lebih awal agar penyembelihan hewan kurban segera dilakukan
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Raya Iduladha menjadi momentum penting bagi umat Islam melaksanakan ibadah salat Id secara berjamaah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memahami tata cara Salat Iduladha sesuai tuntunan sunah sebelum pelaksanaan hari raya.
Salat Iduladha merupakan ibadah sunah yang dilaksanakan setiap 10 Zulhijah pada pagi hari. Mayoritas ulama menyebut hukum salat Iduladha sebagai sunah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Pelaksanaan salat Iduladha dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu zuhur. Rasulullah SAW juga menganjurkan pelaksanaan salat Iduladha disegerakan agar penyembelihan hewan kurban dapat segera dilakukan.
Tempat utama pelaksanaan salat Iduladha adalah lapangan terbuka sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Namun, salat Iduladha juga diperbolehkan dilaksanakan di masjid apabila kondisi tidak memungkinkan dilakukan di lapangan.
Mengenai pelaksanaan salat Iduladha di lapangan diriwayatkan oleh Abu Sa’id al-Khudri dan tercantum dalam riwayat Imam Bukhari serta Muslim:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالْأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى، فَأَوَّلُ شَيْءٍ يَبْدَأُ بِهِ الصَّلَاةُ
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar di hari Idul Fitri dan Idul Adha menuju lapangan tempat salat, maka yang pertama beliau lakukan adalah salat." (HR Bukhari dan Muslim)
Sebelum salat dimulai, umat Islam terlebih dahulu dianjurkan menghadirkan niat di dalam hati. Bagi yang ingin melafalkan niat, berikut bacaan niat salat Iduladha berjamaah:
أَصَلَّى سُنَّةً عِيْدِ الْأَصْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا إِمَامًا) لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Ushalli sunnatan ‘iidil adhaa rak’ataini mustaqbilal qiblati (ma’muuman/imaaman) lillaahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku berniat salat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum atau imam karena Allah Ta’ala.”
Dalam pelaksanaannya, Salat Iduladha dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tambahan takbir pada setiap rakaat. Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir tambahan, sedangkan rakaat kedua dilakukan lima kali takbir tambahan.
Berikut tata cara Salat Iduladha secara ringkas:
- Berniat salat Iduladha
- Takbiratul ihram
- Membaca doa iftitah
- Takbir tujuh kali pada rakaat pertama
Bacaan yang dianjurkan saat takbir tambahan tujuh kali pada rakaat pertama Salat Iduladha umumnya berupa bacaan tasbih dan tahmid berikut:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ للهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Latin: Subhaanallaahi walhamdulillaahi walaa ilaaha illallaahu wallaahu akbar.
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”
- Membaca surat Al-Fatihah
- Membaca surat pilihan
- Rukuk, iktidal, sujud, dan duduk di antara dua sujud
- Bangkit menuju rakaat kedua
- Takbir lima kali pada rakaat kedua
- Membaca Al-Fatihah dan surat pilihan
- Menyempurnakan rakaat kedua hingga salam
Selain tata cara salat, imam juga dianjurkan membaca surat tertentu sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. Surat yang disunahkan dibaca antara lain surat Qaf dan Al-Qamar, atau Al-A’la dan Al-Ghasyiyah.
Salat Iduladha menjadi salah satu syiar penting dalam perayaan hari raya umat Islam. Karena itu, umat Islam dianjurkan mempersiapkan pelaksanaan ibadah tersebut dengan baik sebelum hari raya tiba.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....