Pemerintah Apresiasi Inisiasi Penanaman 1Juta Pohon di HUT REI

  • 08 Mei 2026 18:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Momentum HUT ke-54 Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) di Lampung pada 5-7 Mei 2026 menjadi ajang konsolidasi nasional untuk mendorong kebangkitan sektor properti. Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan.

Hal tersebut hadir melalui program penanaman satu juta pohon. Pelaku industri properti dan bahan bangunan diajak terlibat aktif dalam mendukung pembangunan 3 juta rumah layak huni yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi gerakan penanaman satu juta pohon yang dilakukan REI bersama Fortress. Pemerintah bahkan tengah menyiapkan regulasi yang mewajibkan setiap rumah menanam satu hingga dua pohon.

"Kami sedang pikirkan dan persiapkan kebijakan setiap rumah, baik itu komersial maupun subsidi, harus ditanam di depannya oleh pengembang satu sampai dua pohon," kata Maruarar saat menghadiri kegiatan di Kotabaru, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurut dia, kebijakan tersebut penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem di tengah masifnya pembangunan perumahan nasional. Maruarar merinci, dari rumah subsidi satu yang kuotanya 350 ribu unitper tahun, jika satu rumah tertanam satu pohon maka bisa 350 ribu pohon.

Maruarar juga menyoroti pengembangan Taman Kehati Lampung yang mengusung konsep kearifan lokal masyarakat Lampung, yakni Repong. Kawasan konservasi seluas hampir 25 hektare itu telah ditanami sekitar 13 ribu pohon dari lebih 120 spesies tanaman lokal dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

"Jadi, itu nanti akan masif tertanam pohon-pohon, kalau setiap rumah bisa menanam pohon. Belum lagi ada sejarah dari masyarakat Lampung sendiri untuk melakukan penghijauan, sehingga nanti di sini bukan hanya pohonnya tapi juga hewan-hewannya," ujarnya.

JBS Perkasa melalui produk pintu baja andalannya, Fortress, turut ambil bagian dalam gerakan tersebut dengan menanam satu juta aneka bibit pohon. Langkah itu disebut sebagai upaya nyata menggerakkan masyarakat agar mau menanam sekaligus merawat pohon.

Founder dan CEO JBS Perkasa, Joni Effendi, menilai gerakan penghijauan yang diinisiasi Ketua Umum REI, Joko Suranto ini, merupakan program yang realistis dan berdampak besar bagi keberlanjutan lingkungan. Ia menyebut program penanaman satu juta pohon yang dicanangkan Ketua REI ini sangat baik, terukur, dan sangat bisa dicapai.

"Fortress sangat mendukung kampanye ini karena dengan material pintu sebelumnya, di setiap pintu rumah ada pohon yang ditebang. Sudah saatnya kita mengembalikan ke alam apa yang pernah diambil," kata Joni.

Menurut dia, sektor real estat dan bahan bangunan memiliki keterkaitan erat dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan. Jika pengembang memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, maka produsen material bangunan juga harus memastikan produk yang digunakan tidak hanya kuat dan aman, tetapi juga memberi dampak positif terhadap lingkungan.

"Semoga dengan kolaborasi ini bisa menginspirasi semua pelaku usaha di bidang properti dan building material, untuk bersama-sama membangun dan melestarikan Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menegaskan, program penanaman sejuta pohon merupakan bentuk tanggung jawab sosial organisasi terhadap kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang.

"Kami ingin mewariskan bumi yang lebih baik kepada anak cucu kita. Karena itu, penanaman pohon menjadi gerakan nyata yang terus kami lakukan dalam setiap momentum organisasi," katanya.

Peringatan HUT ke-54 REI di Lampung dihadiri sekitar 1.000 anggota REI dari seluruh Indonesia. Selain forum strategis industri properti, kegiatan juga diisi dengan pembagian 1.000 paket sembako kepada masyarakat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....