KPIPA Gelar Konser Nasyid untuk Wakaf Palestina

  • 03 Mei 2026 01:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa (KPIPA) bekerjasama dengan Wakaf Orbit menggelar konser nasyid untuk wakaf Palestina di Jakarta pada Minggu, 3 Mei 2026. Konser ini menampilkan grup nasyid Shoutul Harakah, Muhammad Fayez, dan Anak Bersholawat.

Sedikitnya 700 orang memenuhi ruang Andalucia Hall Menara 165 Jakarta untuk menikmati lantunan nasyid yang membakar semangat. Sementara itu, 200 orang lainnya mengikuti konser secara daring.

Nasyid Merah Saga, Indonesia Memanggil, Palestina Tercinta, dan lain-lain, yang dilantunkan Shoutul Harakah disambut penuh antusias oleh penonton. Mereka ikut bernyanyi dengan lirik yang ditampilkan di layar.

Sedangkan nasyid Al Ardu Lana wal Qudsu Lana dan Islami Yaa Quds dinyanyikan bersama Muhammad Fayez, seorang penasyid dari Palestina. Penampilan konser makin semarak dengan hadirnya grup nasyid Anak Bersholawat yang terdiri dari Iffi, Yui, dan Selma.

Anak-anak berusia tak lebih dari enam tahun ini melantunkan lagu-lagu pujian dan salawat untuk Rasulullah. Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, mengatakan bahwa konser ini tidak hanya pertunjukan nasyid biasa, tetapi konser amal untuk menggalang dana wakaf.

Hasil konser akan disalurkan ke Wakaf Orbit Adara yang mengelola wakaf produktif di gedung Meet Her Integrated Facilities. Keuntungan operasional dari pengelolaan gedung digunakan untuk membantu masyarakat Indonesia dan Palestina.

"Palestina tidak hanya membutuhkan bantuan sesaat, tetapi juga bantuan jangka panjang dan berkelanjutan. Di sinilah pentingnya program wakaf produktif untuk Palestina," katanya.

"Hadirnya gedung Meet Her Integrated Facilities yang mengelola wakaf produktif untuk Palestina menjadi bukti keteguhan kita. Yakni dalam berjuang membela Palestina, baik saat kita masih hidup atau kita sudah menjemput kesyahidan."

Nurjanah berharap, wakaf produktif yang dikumpulkan hari ini menjadi jejak pahala yang terus mengalir bagi para pewakif.

Senada dengan itu, Sekjen KPIPA, Lissa Malike, menyebut bahwa konser nasyid kali ini menunjukkan masyarakat Indonesia tak pernah diam membela Palestina.

Ia mengajak seluruh hadirin mengambil bagian dalam gerakan wakaf produktif ini.

"Tidak perlu menunggu mampu, tidak perlu menunggu besar, karena yang kecil, jika dilakukan bersama, akan menjadi kekuatan yang luar biasa," ujarnya.

Selanjutnya, Nazhir Wakaf Orbit Yayasan Adara Rekief International, Bannasari, menjelaskan pentingnya wakaf sebagai bentuk sedekah jariyah. Sedekah jenis ini tetap mengalirkan pahala meski orangnya sudah wafat.

Makna ini, ucap Banna, dimaknai begitu dalam oleh para Sahabat Rasulullah SAW sehingga ada wakaf sumur Raumah yang telah menjelma menjadi hotel megah Utsman bin Affan. Wakaf kebun Khaibar Umar bin Khattab, wakaf kebun kecintaan Abu Thalhah, dll.

Sejarah membuktikan jika manfaat wakaf menebar di berbagai sektor kehidupan. Misalnya, universitas tertua di dunia, rumah sakit, sekolah, hingga berbagai fasilitas umum.

Bahkan konsep ini ditiru dan menjadi sumber besar pendanaan bagi 11 universitas terkenal dunia yang biasa disebut endowment fund. "Jejak wakaf masih sangat kuat hingga setidaknya kita dapat melihat wakaf produktif zam zam tower yang profitnya diperuntukkan bagi pemakmuran Masjidil Haram dan Nabawi," kata Banna.

"Dan jika kita ingin lebih dekat dengan jejak wakaf di Indonesia. Kita melihat wakaf hotel Habib Bughak yang dapat dirasakan keuntungannya oleh masyarakat Aceh."

Karena itu, pihaknya menginisiasi wakaf produktif berupa gedung Meet Her Integrated Facilities. Gedung ini mengelola usaha jasa fasilitas kebugaran dan kesehatan perempuan.

Dengan terus dikelola untuk menghasilkan profit. Usaha ini diharapkan dapat menjadi sumber dana untuk membantu rakyat Palestina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....