Krisis Sulfur Mengancam Kelangsungan Industri Bahan Baku Baterai
- 08 Apr 2026 04:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sulfur merupakan komponen krusial dalam pengolahan bijih nikel menjadi bahan baku baterai utama.
- Indonesia membutuhkan volume sulfur asid sangat besar karena saat ini sudah menguasai pasokan rantai pasok baterai dunia
- Delapan puluh persen kebutuhan belerang nasional saat ini masih sangat bergantung pada kiriman impor luar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia Meidy Katrin Lengkey memaparkan ancaman serius mengenai kelangkaan pasokan sulfur acid global. Meidy membeberkan bahwa bahan kimia tersebut merupakan komponen krusial dalam pengolahan bijih nikel menjadi bahan baku baterai utama.
"Indonesia membutuhkan volume sulfur asid sangat besar. Karena saat ini sudah menguasai pasokan rantai pasok baterai dunia," katanya kepada PRO3 RRI.
Meidy menandaskan bahwa delapan puluh persen kebutuhan belerang nasional saat ini masih sangat bergantung pada kiriman impor luar. Gangguan rantai distribusi akibat konflik Timur Tengah berpotensi menyebabkan penghentian operasional pabrik pengolahan nikel dalam waktu dekat sekali.
"Cadangan stok sulfur pada smelter nikel hanya mampu bertahan untuk memenuhi kapasitas produksi selama dua bulan ke depan," ucap dia. Selain itu, Meidy mengklaim bahwa pemerintah wajib segera mencari alternatif sumber teknologi baru guna mengolah potensi belerang lokal.
Pihak otoritas harus memprioritaskan kedaulatan industri pendukung agar produksi nasional tidak terus mengalami ketergantungan pada stabilitas mancanegara politik. "Kita memiliki banyak gunung api yang menyimpan deposit belerang melimpah namun teknologi pengolahan mandiri masih sangat terbatas," kata Meidy.
Meidy juga memprediksi bahwa kelangkaan energi serta bahan baku pendukung akan memicu kenaikan harga komoditas nikel secara drastis global. Kenaikan biaya produksi tersebut dipastikan memberikan dampak domino terhadap peningkatan harga berbagai barang kebutuhan pokok bagi masyarakat luas.
Sekretaris APNI juga mencermati pentingnya integrasi industri hulu hingga hilir demi menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah krisis dunia. Sinergi teknologi dan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan logistik global yang fluktuatif sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....