BAZNAS Bersama Assegaf Hamzah & Partners Wujudkan Operasi Koklea untuk Handika

  • 02 Apr 2026 23:48 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. fasilitas operasi implan koklea yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bedah THT Proklamasi.
  • 2. Baznas memberikan bantuan pendengaran anak-anak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Assegaf Hamzah & Partners menyalurkan bantuan biaya sebesar Rp300 juta kepada Handika Saputra. Bantuan ini diberikan dalam bentuk fasilitas operasi implan koklea yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bedah THT Proklamasi.

Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si menyampaikan, bantuan kesehatan berupa biaya operasi yang diterima oleh Handika ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk selalu hadir dan memberikan harapan bagi mereka yang kurang mampu.

BAZNAS kata dia, ingin memastikan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat tanpa memandang kelas ekonomi mereka.

“Semoga operasi implan koklea ananda Handika berjalan lancar, aman dan membuahkan hasil maksimal sehingga pendengaran ananda Handika dapat kembali normal, bisa berkomunikasi dengan baik dan ananda bisa berprestasi kembali,” ujar Imdadun, baru-baru ini.

Sementara itu, dr. Soekirman Soekin, Sp. THT-BKL (K), M.Kes, dokter spesialis THT yang melakukan operasi Handika, menjelaskan, orang yang memiliki gangguan pendengaran pada telinganya bisa berdampak besar pada kualitas hidupnya, termasuk pada psikisnya.

Gangguan pendengaran sendiri kata dia, terbagi dalam empat kategori, ringan, sedang, berat, dan sangat berat. Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena bawaan sejak lahir, kecelakaan lalu lintas, atau karena infeksi telinga seperti yang dialami oleh Handika.

"Orang dengan gangguan telinga sangat berat akan merasa seolah hidup di ruang hampa karena dia tidak mendengar apa-apa. Secara sosial, dia juga bisa merasa rendah diri karena tidak bisa berkomunikasi secara verbal dengan orang lain,” ujar dr. Soekirman.

Beruntungnya kata dia, Handika bertemu dengan BAZNAS dan mendapatkan bantuan menjalani operasi koklea untuk membantu pendengaran agar dapat berfungsi seperti semula.

“Saya senang sekali karena BAZNAS sudah banyak membantu, dan saya berharap BAZNAS dapat terus memberikan bantuan dan membawa anak-anak yang membutuhkan atau memiliki gangguan pendengaran ke sini atau ke mana saja, terutama bayi yang berusia 1 atau 2 tahun (yang tidak bisa mendengar), karena ini sangat penting bagi mereka untuk segera mendapatkan implan koklea,” ujar dr. Soekirman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....