Langkah Mundur Letjen Yudi Jadi Refleksi Kepemimpinan Publik

  • 27 Mar 2026 07:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Keputusan Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya langsung menyedot perhatian publik luas
  • Langkah itu muncul di tengah sorotan terhadap pejabat yang kerap bertahan di tengah persoalan
  • Letjen Yudi dinilai menunjukkan standar kepemimpinan berbeda yang menempatkan tanggung jawab publik

RRI.CO.ID, Jakarta - Keputusan Kabais TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur dari jabatannya langsung menyedot perhatian publik luas. Langkah itu muncul di tengah sorotan terhadap pejabat yang kerap bertahan di tengah persoalan.

Ketua Umum Pasbata Prabowo David Febrian menilai keputusan tersebut sebagai tamparan keras bagi elite. “Ini bukan sekadar mundur, ini adalah sikap ksatria yang langka di tengah pejabat bermasalah,” kata David, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menyebut langkah itu sebagai pelajaran terbuka bagi pejabat yang kerap mencari pembenaran saat tersandung masalah. Menurutnya, banyak pejabat justru memainkan opini dan menyalahkan pihak lain demi mempertahankan jabatan.

Letjen Yudi dinilai menunjukkan standar kepemimpinan berbeda yang menempatkan tanggung jawab publik di atas kepentingan pribadi. Sikap tersebut, katanya, dilakukan bahkan sebelum proses hukum terhadap persoalan yang dihadapi selesai.

David menilai fenomena pejabat yang bertahan meski bermasalah sudah terlalu sering terjadi di Indonesia. Namun, langkah mundur Letjen Yudi justru menunjukkan arah sebaliknya dalam menghadapi tanggung jawab.

Ia menyebut karakter ksatria dalam kepemimpinan saat ini semakin tergerus praktik politik pragmatis. Menurutnya, keberanian bertanggung jawab tanpa paksaan menjadi indikator integritas yang mulai langka.

Meski begitu, ia mengingatkan publik agar tidak terjebak dalam narasi yang mengaburkan substansi kasus. Pengunduran diri, kata dia, bukan akhir melainkan awal dari proses hukum yang harus dikawal serius.

Pasbata Prabowo juga menyatakan dukungan terhadap langkah cepat Puspom TNI dalam merespons kasus tersebut. Respons tersebut dinilai sebagai bukti bahwa institusi TNI tidak mentolerir pelanggaran internal.

Ia menegaskan transparansi penanganan kasus menjadi penting. Dalam menjaga kepercayaan publik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....