Indonesia Catat Lebih dari 20 Juta Pengguna dan Volume Percakapan Meningkat
- 23 Mar 2026 06:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. 20 Juta Pengguna Kripto di Indonesia.
- 2. Indonesia pasar terbesar industri kripto.
RRI.CO.ID, Jakarta - Acara Indonesia's Crypto Outlook 2026 yang diselenggarakan oleh Tokocrypto menghadirkan presentasi dari Prasetyo Katon, Head of Insight Dataxet Sonar, yang mengungkap outlook terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025.
Dalam sesi presentasi, Head of Insight Dataxet Sonar, Prasetyo Katon, menyampaikan bahwa jumlah investor kripto Indonesia mencapai 20,1 juta per November 2025. Angka tersebut dikutip dari data asesmen sektor jasa dan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hasil RDKB November 2025.
Tingginya jumlah investor ini sekaligus menandai Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar di dunia. Menurut laporan dari Chainalysis 2025 menempatkan Indonesia di peringkat 7 dalam Global Crypto Adoption Index.
| Baca juga: Inilah Perbedaan Koin vs Token Crypto |
Selain pertumbuhan jumlah investor, percakapan terkait kripto di media sosial dan media daring Indonesia sepanjang 2025 juga mengalami peningkatan. Berdasarkan pemantauan Dataxet Sonar, percakapan kripto sepanjang 2025 meningkat 29,8% dibandingkan 2024, dengan lonjakan tertinggi terjadi pada November–Desember 2025, dengan kenaikan volume percakapan sebesar 76,64%.
Dari sisi topik, percakapan publik sepanjang 2025 banyak didominasi oleh edukasi trading dan technical analysis yang digerakkan oleh influencer serta KOL (Key Opinion Leader) yang aktif membagikan materi membaca pasar. Selain itu, isu Web3 dan prospek adaptasinya di masa depan juga jadi salah satu hal yang sering diperbincangkan.
Menurut Dataxet Sonar, antusiasme terhadap kripto dan Web3 ini juga sedikit banyak mendorong masyarakat Indonesia untuk semakin sadar akan implementasi teknologi ini, baik di sektor swasta maupun pemerintah.
Dengan demikian, tren diskusi digital tidak hanya berfokus pada keterampilan teknis, tetapi juga meluas ke pemahaman teknologi baru yang berpotensi mengubah lanskap ekonomi dan sosial Indonesia.
Perkembangan ini sejalan dengan alasan diadakannya pagelaran Indonesia’s Crypto Outlook (ICO) 2026, di mana Tokocrypto menegaskan komitmennya sebagai salah satu platform kripto terdepan di Indonesia. Yakni dengan merancang ICO 2026 dirancang untuk memberikan pandangan mendalam mengenai arah industri, mendorong edukasi, serta memperkuat ekosistem kripto nasional.
CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menekankan bahwa ICO bukan sekadar forum membahas pergerakan harga aset kripto, melainkan menjadi ruang dialog strategis antara pelaku industri, regulator, dan pemangku kepentingan, dengan tujuan menyelaraskan pertumbuhan kripto agar tetap bertanggung jawab, sesuai regulasi, dan relevan bagi perekonomian Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....