Takeda Tunjukkan Konsistensi lewat Penghargaan PRIA 2026

  • 18 Mar 2026 00:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Takeda Innovative Medicines kembali menorehkan prestasi pada ajang PR INDONESIA Awards (PRIA) 2026. Perusahaan ini meraih dua penghargaan Silver dalam kategori Public Affairs dan Public Relations.

Capaian ini melanjutkan konsistensi Takeda yang meraih penghargaan selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2025 meraih Gold dan 2024 memperoleh Bronze melalui kampanye pencegahan DBD.

“Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, tetapi pengakuan atas pentingnya kemitraan berkelanjutan. Kolaborasi kuat menjadi kunci menghadirkan program berdampak bagi masyarakat Indonesia,” ujar Revi Renita Head of Public Affairs and Communication PT Takeda Innovative Medicines, Rabu, 18 Maret 2026.

Penghargaan Stakeholder Management diberikan atas keberhasilan membangun kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Termasuk pemerintah, organisasi profesi, serta mitra strategis dalam mendukung prioritas kesehatan nasional.

Sementara kategori Community-Based Development diberikan melalui program Women at the Center atau WAC. Program ini fokus memperkuat akses layanan bagi perempuan dan anak penyintas kekerasan.

Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif CSR global Takeda bersama UNFPA di Indonesia. Implementasinya menitikberatkan pada penguatan kapasitas layanan dan kolaborasi lintas sektor.

CEO PR INDONESIA, Asmono Wikan, menyebut partisipasi PRIA 2026 terus meningkat signifikan. Lebih dari 550 karya dari berbagai institusi menunjukkan perkembangan komunikasi strategis nasional.

Menurutnya, penghargaan Takeda mencerminkan strategi komunikasi yang berdampak nyata dan berkelanjutan. Termasuk dalam pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan serta program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Perwakilan UNFPA Indonesia, Hassan Mohtashami, turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai program WAC memperkuat sistem perlindungan bagi perempuan dan anak.

Program ini mendorong akses layanan yang aman, tepat, dan berkualitas bagi penyintas kekerasan. Kolaborasi strategis dinilai penting dalam memastikan dukungan yang berkelanjutan.

Secara global, program WAC menjadi bagian dari penguatan sistem kesehatan berkelanjutan. Di Indonesia, program ini berjalan sejak 2023 dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....