Simak Ulasan Prediksi Hilal Lebaran 2026 dari BMKG dan BRIN, Wajib Tahu

  • 15 Mar 2026 06:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Masyarakat Indonesia sebagian besar penasaran, cara pemerintah dalam menentukan hilal 1 Syawal 1447 Hijrah. Terlebih, dalam hitungan hari, masyarakat Indonesia akan menjalani momen Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026.

Simak prediksi hilal Lebaran 2026, dari sudut pandang BMKG dan BRIN dalam artikel ini. Diketahui, Kemenag RI akan menggelar Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah pada, Kamis, 19 Maret mendatang.

Prediksi Hilal Lebaran 2026 versi BMKG

Melansir laman BMKG, prediksi posisi hilal dapat dilihat dari dokumen 'Informasi Prakiraan Hilal saat Matahari Terbenam Tanggal 19 Maret 2026 Penentu Awal Bulan Syawal 1447 Hijriah'. Dokumen tersebut dapat diunduh dari situs resmi BMKG.

BMKG mengatakan, Kamis, 19 Maret 2026 menjadi waktu konjungsi. Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima' adalah peristiwa ketika bujur ekliptika bulan sama dengan bujur ekliptika matahari.

Hal itu, dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi. Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Kamis, 19 Maret 2026.

"Pukul 01.23.23 UT atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 08.23.23 WIB atau Kamis, 19 Maret 2026 M. Pukul 09.23.23 WITA atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 10.23.23 WIT," kata keterangan dari BMKG.

BMKG menjelaskan, periode sinodis bulan sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi adalah 19 hari 13 jam 22 menit. Konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam tanggal 19 Maret di seluruh wilayah Indonesia.

  1. Ketinggian Hilal

Tinggi hilal adalah besar sudut dinyatakan dari posisi proyeksi bulan di horizon-teramati hingga ke posisi pusat piringan bulan berada. Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 0,91 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,13 derajat di Sabang, Aceh.

  1. Elongasi

Elongasi adalah jarak sudut antara pusat piringan bulan dan pusat piringan matahari yang diamati oleh pengamat di permukaan Bumi. Elongasi geosentris di Indonesia saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 4,54 derajat di Waris, Papua, sampai dengan 6,1 derajat di Banda Aceh, Aceh.

  1. Umur Bulan

Umur bulan adalah selisih waktu terbenam matahari dengan waktu terjadinya konjungsi. Umur bulan di Indonesia saat matahari terbenam pada 19 Maret 2026, berkisar antara 7,41 jam di Waris, Papua, sampai dengan 10,44 jam di Banda Aceh, Aceh.

Selain itu, BMKG juga menyebut ada potensi objek astronomis lain saat pengamatan bulan dilakukan 19 Maret. BMKG menyebut dari sejak matahari terbenam hingga bulan terbenam terdapat Saturnus yang jarak sudutnya lebih kecil daripada 10 derajat dari bulan.

Prediksi Hilal Lebaran 2026 versi BRIN

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin memprediksi, idulfitri 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 21 Maret 2026. Prediksi tersebut didasarkan pada perhitungan astronomi terkait posisi hilal.

Thomas menjelaskan, secara astronomi pada saat Kamis, 19 Maret 2026, waktu Magrib wilayah Asia Tenggara. Posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

"Fakta astronomi, pada saat Magrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS. Ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," kata Thomas kepada wartawan, Selasa, 10 Maret 2026.

Diketahui, kriteria MABIMS sejak 2021/2022, bulan awal hijriah ditetapkan jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, keputusan tanggal Lebaran 2026 masih harus menunggu keputusan sidang isbat Kemenag RI. "Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026, akan menunggu keputusan sidang isbat," ucapnya.

Namun, Thomas menjelaskan terdapat kemungkinan berbeda jika menggunakan kriteria lain. Berdasarkan kriteria Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), posisi bulan sudah memenuhi syarat.

Sidang Isbat

Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri diketahui, mencantumkan prediksi hari libur Lebaran pada tanggal 21 Maret 2026 mendatang. Namun angka tersebut masih bersifat perkiraan kalender hingga adanya ketetapan hukum resmi dari pihak kementerian.

Melansir laman Kemenag pelaksanaan sidang isbat penetapan satu Syawal akan dijadwalkan pada hari Kamis, 19 Maret 2026. Agenda krusial ini akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

Sesi pertama sidang dimulai pukul 16.00 WIB dengan agenda seminar pemaparan posisi hilal secara terbuka. Tahapan ini bertujuan memberikan edukasi kepada publik mengenai data astronomis yang menjadi dasar penentuan lebaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....