Dari TPQ Kecil di Pojok Kota Tangerang, Anak-anak Menyemai Cinta Al-Qur’an
- 10 Mar 2026 21:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Tangerang - Di sebuah sudut sederhana di lingkungan masyarakat Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, suara anak-anak melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar lirih namun penuh semangat. Ada yang masih mengeja huruf hijaiyah, ada pula yang dengan percaya diri berupaya keras menghafal ayat demi ayat dari Juz 30.
Tempat itu bernama Rumah Bocil Pojok Nusantara, sebuah ruang belajar kecil yang setiap hari menjadi tempat anak-anak mengenal Al-Qur’an , belajar adab, dan menumbuhkan mimpi. Ramadan tahun ini, tempat kecil tersebut ingin menghadirkan kebahagiaan yang lebih besar bagi anak-anak.
Melalui kegiatan “Semarak Ramadan”, Rumah Bocil Pojok Nusantara menggelar serangkaian kegiatan pendidikan dan sosial bagi para santri TPQ dan masyarakat sekitar. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan sejak Ahad (8/3/2026) hingga Sabtu (14/3/2026) itu meliputi lomba hafalan Al-Qur’an Juz 30, lomba azan.
Kemudian ada lomba cerdas cermat Islami, lomba mewarnai bagi anak-anak, hingga santunan anak yatim, ojek online (ojol), kurir, bazar ramadan dan buka puasa bersama. Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin tampak sederhana.
Namun bagi anak-anak TPQ, kegiatan seperti ini adalah panggung pertama mereka untuk berani tampil, menunjukkan kemampuan, sekaligus merasakan kebahagiaan belajar Al-Qur’an bersama teman-temannya. “Anak-anak sangat antusias ketika belajar Al-Qur’an, apalagi jika ada kegiatan seperti lomba. Mereka jadi lebih semangat menghafal dan belajar,” ujar Ustazah Ernawati, S.Pd selaku Ketua Panitia.
Kegiatan ini juga bagian dari menyemarakkan peringatan HUT ke-33 Kota Tangerang, dengan menghadirkan kegiatan yang memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui nilai-nilai keagamaan. Bagi anak-anak yang belajar di TPQ, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga.
Ramadan adalah tentang kegembiraan ketika bisa menghafal ayat baru, tentang keberanian berdiri di depan teman-teman untuk melantunkan adzan, dan tentang kebahagiaan saat berkumpul bersama. Namun di antara anak-anak yang belajar di sana, ada pula yang datang dengan cerita hidup yang tidak selalu mudah. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yatim yang kehilangan orang tua sejak dini.
Untuk itu, dalam rangkaian kegiatan Semarak Ramadan, panitia juga menghadirkan santunan bagi anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan di bulan suci. “Ramadan adalah waktu terbaik untuk berbagi".
Selain kegiatan pendidikan dan sosial, panitia juga menyelenggarakan Bazar Ramadan yang melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Bazar ini diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan membantu mendukung keberlanjutan kegiatan TPQ.
Terlepas dari segala keterbatasan, Rumah Bocil Pojok Nusantara percaya bahwa pendidikan Al-Quran bagi anak-anak merupakan investasi penting untuk masa depan mereka. Dari tempat sederhana seperti TPQ, seringkali lahir generasi yang akan mencintai Al-Quran sepanjang hidup mereka.
Oleh karena itu, panitia membuka kesempatan bagi masyarakat, para dermawan, dan mitra untuk berpartisipasi dalam menyukseskan acara ini. Untuk masa depan anak-anak pencinta Alquran.
Setiap dukungan, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari perjalanan anak-anak dalam mencintai Al-Quran. "Mungkin dari tempat kecil ini akan muncul generasi cendekiawan Al-Quran yang akan membawa kebaikan bagi masyarakat," kata Ustazah Erna penuh haru.