Simak Hari Besar Nasional, Internasional Diperingati 8 Maret

  • 08 Mar 2026 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tanggal 8 Maret menjadi salah satu tanggal yang memiliki berbagai makna penting dalam sejarah dunia. Pada tahun 2026, tanggal tersebut jatuh pada hari Minggu dalam kalender masehi.

Berbagai peringatan yang berkaitan dengan tanggal tersebut mencakup isu hak asasi manusia dan kesetaraan gender. Selain itu, terdapat pula peristiwa sejarah penting yang berkaitan dengan perjalanan bangsa Indonesia.

Walaupun bukan hari libur nasional yang ditetapkan pemerintah Indonesia, tanggal ini tetap menjadi perhatian global. Berbagai kegiatan peringatan sering dilakukan oleh organisasi internasional maupun komunitas masyarakat.

1. Hari Perempuan Internasional

Setiap tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day). Peringatan tersebut menjadi momentum global untuk menghormati pencapaian perempuan di berbagai bidang kehidupan.

Peringatan ini juga menegaskan pentingnya perjuangan kesetaraan gender di berbagai negara. Kampanye global yang dilakukan setiap tahun mendorong terciptanya dunia yang lebih adil bagi perempuan.

Sejarah peringatan ini berawal pada awal abad ke-20 ketika perempuan menghadapi ketidakadilan sosial. Banyak perempuan pada masa itu menerima upah rendah serta tidak memiliki hak suara politik.

Pada tahun 1908, sekitar 15.000 perempuan melakukan aksi demonstrasi di Kota New York. Mereka menuntut hak kerja yang adil, pengurangan jam kerja, serta hak politik bagi perempuan.

Aksi tersebut kemudian menjadi tonggak lahirnya gerakan kesetaraan perempuan dunia. Gerakan tersebut terus berkembang hingga menjadi simbol perjuangan pemberdayaan perempuan secara global.

2 Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 8 Maret sebagai Hari PBB untuk Hak-Hak Perempuan dan Perdamaian Internasional. Penetapan tersebut semakin memperkuat makna global dari peringatan Hari Perempuan Internasional.

PBB mulai memperingati momentum tersebut secara resmi pada tahun 1975. Saat itu dunia mendorong penguatan peran perempuan dalam pembangunan serta perdamaian internasional.

Kemudian pada tahun 1977, Majelis Umum PBB meresmikan peringatan tersebut secara global. Tujuannya mendorong negara anggota memperjuangkan hak perempuan dan kesetaraan gender.

Momentum ini juga sering digunakan untuk menyoroti berbagai isu yang dihadapi perempuan. Di antaranya kekerasan terhadap perempuan, diskriminasi gender, serta peran perempuan dalam membangun perdamaian.

3. Peristiwa Perjanjian Kalijati

Di tingkat nasional, tanggal 8 Maret memiliki arti penting dalam sejarah Indonesia. Tanggal tersebut berkaitan dengan peristiwa Perjanjian Kalijati pada masa penjajahan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 8 Maret 1942 di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Dalam peristiwa itu pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada pasukan Jepang.

Kondisi tersebut terjadi setelah pasukan Jepang menekan kekuatan militer Belanda di berbagai wilayah. Salah satunya melalui invasi Jepang ke Kota Bandung pada 1 Maret 1942.

Penandatanganan Perjanjian Kalijati menandai berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di Indonesia. Peristiwa tersebut sekaligus membuka babak baru masa pendudukan militer Jepang di Nusantara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....