Banjir Landa Puluhan Desa di Bandar Lampung

  • 08 Mar 2026 01:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir merendam 23 desa/kelurahan di Bandar Lampung dan Lampung Selatan. Sebanyak 444 rumah terendam, satu orang meninggal dunia dan dua orang dikabarkan hilang, akibat hujan lebat sejak Jumat 6 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB .

.Akibat tingginya curah hujan, beberapa sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di kedua wilayah tersebut. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan dalam siaran pers BNPB yang diterima RRI.

Hasil kaji cepat yang dihimpun Direktorat Koordalops BNPB, wilayah terdampak banjir di Kabupaten Lampung Selatan, meliputi Kecamatan Jati Agung dan Tanjung Bintang.

Di Kecamatan Jati Agung meliputi Desa Way Huwi, Way Galih, Karang Sari, Gedung Harapan, Karang Anyar, dan Desa Marga Agung.

Data sementara mencatat sekitar 444 kepala keluarga terdampak banjir dan satu orang dilaporkan hilang. Selain itu, sekitar 444 unit rumah warga turut terdampak akibat genangan banjir.

Di Kota Bandar Lampung. banjir dilaporkan terjadi di 13 kecamatan, sedikitnya 17 kelurahan terdampak. Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Sukarame, Tanjung Senang, Enggal, Tanjung Karang Barat. Kemudian, Way Halim, Rajabasa, Tanjung Karang Timur.

"Data sementara mencatat satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya masih dalam pencarian," kata Abdul Muhari.

Merespons kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Lampung Selatan dan BPBD Kota Bandar Lampung segera berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Lampung untuk melakukan pendataan dan penanganan di lapangan.

Tim BPBD Kota Bandar Lampung juga melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir. Selain itu, tim SAR gabungan dikerahkan. Untuk melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang di kedua wilayah tersebut.

Penanganan darurat juga melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Lampung, BPBD Kota Bandar Lampung, BPBD Kabupaten Lampung Selatan. TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat juga terlibat.

Berdasarkan perkembangan laporan terkini pada Jumat 6 Maret 2026, kondisi banjir di sebagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kota Bandar Lampung dilaporkan mulai berangsur surut.

Meski demikian, proses evakuasi warga terdampak serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan. Sementara itu, operasi pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang akan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Saat in, Provinsi Lampung masih berada dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi. Status ini berdasarkan SK Gubernur Lampung No G/683/VI.08/HK/2025 tentang Perpanjangan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025/2026, 1 Agustus 2025-27 Juli 2026.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya banjir yang dapat dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi. Masyarakat di daerah rawan diharapkan terus memantau informasi resmi, dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....