BAZNAS dan HFI Perkokoh Mitigasi Bencana Berbasis Rumah Ibadat

  • 05 Mar 2026 04:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Keluarga Humanitarian Forum Indonesia (HFI) resmi menyepakati penguatan sinergi kemanusiaan yang berfokus pada mitigasi bencana. Langkah strategis ini ditandai dengan Deklarasi Komitmen bersama Kesiapsiagaan Bencana berbasis Rumah Ibadat yang diselenggarakan di tengah momentum buka puasa bersama di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, baru-baru ini.

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, menyebut inisiatif ini merupakan terobosan penting bagi dunia kemanusiaan, terutama dalam memposisikan rumah ibadat sebagai garda terdepan penanganan krisis. “Ini inisiatif yang sangat luar biasa dan sejalan dengan perhatian BAZNAS terutama terkait dengan rencana kesiapsiagaan bencana” jelas Rizaludin dalam sambutannya.

Ia menekankan, isu kebencanaan erat kaitannya dengan misi BAZNAS. Selama ini pihaknya memandang penanganan bencana sebagai bagian dari tanggung jawab menjaga Maqashid Syariah, khususnya dalam aspek lingkungan (Hifzhun Bi’ah).

"Tema tentang kebencanaan, kenapa BAZNAS memasukkan ini karena kita di zakat ini memasukkan tambahan Maqashid Syariah yaitu Hifzhun Bi'ah (menjaga lingkungan). Bencana ini banyak terkait dengan lingkungan, maka Pak Arifin (Deputi I BAZNAS RI) bikin Green Zakat, itu juga untuk menguatkan kepedulian kita terhadap kebencanaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Rizaludin memastikan bahwa setiap dana zakat yang dikelola BAZNAS akan disalurkan secara transparan kepada delapan golongan yang berhak (asnaf), termasuk bagi mereka yang terdampak bencana. Ia menegaskan komitmen BAZNAS untuk tidak hanya hadir saat bencana terjadi, tetapi juga melakukan langkah-langkah preventif dan edukatif.

Ketua Umum Humanitarian Forum Indonesia (HFI), Romi Ardiansyah, menegaskan, penguatan kerukunan lintas iman melalui program "Kesiapsagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat". Program ini menjadi perwujudan salah satu pilar utama dalam Rencana Strategis (Renstra) 2026-2030 yang telah disahkan.

Inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk mengonversi semangat keguyuban antarumat beragama menjadi aksi nyata dalam mengelola isu-isu kemanusiaan di Indonesia secara kolaboratif. "Kemudian konsen kita adalah bagaimana memperkuat keguyuban lintas agama dengan menghadirkan rumah ibadat tangguh bencana,” ucapnya.

Pada saat ini bersama pemerintah dan lembaga agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Budda dan KongHucu sedang mengawal pembuatan regulasi Rumah Ibadat Tangguh Bencana. Dengan adanya regulasi diharapkan rumah ibadat yang khususnya di daerah rawan bencana menjadi Tangguh bencana.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pimpinan lembaga kemanusiaan anggota dan mitra HFI dari pemerintah dan lembaga kemanusian di Indonesia. Penandatangan Komitmen Bersama Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Rumah Ibadat sebagai simbol kesiapan rumah ibadat di seluruh Indonesia dalam menghadapi potensi bencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....