Tata Cara Salat Gerhana Bulan, Sunnah Muakkadah yang Dianjurkan

  • 03 Mar 2026 15:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Gerhana Bulan total diperkirakan terjadi pada Selasa, 3 Maret 2026 petang setelah Maghrib waktu setempat. Fenomena ini dapat disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia.

Mengutip dari Kemenag,go.id, Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain (Beirut, Darul Kutubil Ilmiyah: 2002) halaman 108 menerangkan bahwa hukum salat khusuf adalah sunnah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim.

Ia menjelaskan, tata caranya secara umum tidak jauh berbeda dengan salat sunnah biasa. Namun, terdapat beberapa ketentuan khusus yang membedakannya dari salat sunnah lainnya.

Menurut Syekh Nawawi, shalat gerhana memiliki tiga tingkatan pelaksanaan. Tingkatan pertama adalah yang paling sederhana, yakni dua rakaat seperti salat sunnah pada umumnya.

Tingkatan kedua adalah level pertengahan dengan dua kali rukuk dan dua kali sujud di setiap rakaat. Sedangkan tingkatan ketiga merupakan bentuk paling sempurna dengan membaca surat-surat panjang setelah Al-Fatihah, seperti Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, atau yang setara panjangnya.

Pada tingkatan sempurna, durasi rukuk dan sujud disesuaikan dengan panjang bacaan surat tersebut. Semakin panjang bacaan, semakin lama pula rukuk dan sujudnya.

Adapun tata cara shalat gerhana bulan tingkat pertengahan dimulai dengan niat bersamaan takbiratul ihram. Berikut niat salatnya, mengutip dari Kemenag.go.id:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Saya niat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat karena Allah SWT.”

Berikut tata caranya:

1. Membaca niat dan takbiratul ihram

2. Membaca doa Iftitah.

3. Membaca Ta’awudz dan Al-Fatihah.

4. Membaca surat Al-Qur’an dengan jahr (lantang).

5. Rukuk pertama (lama).

6. Bangkit dari ruku (I‘tidal).

7. Membaca surat Al-Fatihah kembali.

8. Membaca surat yang lebih pendek dari surat pada poin 4.

9. Rukuk kedua (lebih singkat dari rukuk pertama).

10. Bangkit dari ruku (I‘tidal).

11. Sujud pertama.

12. Duduk di antara dua sujud.

13. Sujud kedua.

Rakaat kedua dilakukan dengan tata cara yang sama seperti rakaat pertama. Hanya saja, bacaan surat pada rakaat kedua dianjurkan lebih pendek.

Shalat kemudian ditutup dengan tasyahud akhir dan salam. Dengan demikian, perbedaan utama salat khusuf terletak pada adanya dua rukuk dalam setiap rakaatnya, sementara secara umum gerakannya serupa dengan salat sunnah biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....