Evi Afiatin Raih Best CFO 2025, Tegaskan Peran Strategis CFO

  • 01 Mar 2026 01:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Evi Afiatin menerima penghargaan Best CFO 2025 dan menegaskan Chief Financial Officer (CFO) harus berperan sebagai enterprise value architect dalam menghadapi ketidakpastian global. Penghargaan tersebut diberikan dalam forum Indonesia Best CEO & CFO 2025 diselenggarakan oleh SWA Media Group bersama Dunamis Organization Services.

Apresiasi itu diberikan atas kepemimpinannya saat menjabat Direktur di PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) serta Direktur Keuangan di PT Sucofindo (Persero). Dalam sambutannya, Evi menyampaikan perubahan global yang dipicu ketegangan geopolitik, disrupsi rantai pasok, percepatan digitalisasi.

Serta dinamika regulasi dan pasar modal membuat masa depan tidak lagi bergerak secara linear. “CFO harus menjadi strategic partner pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai, memastikan setiap keputusan strategis meningkatkan nilai jangka panjang perusahaan,” ujarnya.

Perluasan Peran CFO

Menurut Evi, peran CFO tidak lagi terbatas pada pengelolaan anggaran dan penjagaan stabilitas laporan keuangan. Dalam paparannya bertajuk From Financial Steward to Enterprise Value Architect: Commanding Agility and Governance in an Age of Uncertainty, ia menekankan pentingnya kesiapan organisasi dalam menghadapi risiko dan menangkap peluang secara cepat dan terukur.

Ia memperkenalkan pendekatan Enterprise Value Architecture (EVA). Yaitu kerangka yang menempatkan fungsi keuangan sebagai perancang sistem penciptaan nilai perusahaan secara terintegrasi.

Model tersebut bertumpu pada tiga pilar utama.Pertama Financial Strength yakni membangun neraca yang sehat, likuiditas kuat, dan fleksibilitas modal sebagai penyangga saat terjadi guncangan.

Kedua Disciplined Growth yakni memastikan alokasi modal difokuskan pada aktivitas yang menghasilkan nilai di atas biaya modal. Terakhir Governance & Risk Integration yakni mengintegrasikan tata kelola dan manajemen risiko dalam setiap keputusan strategis agar organisasi mampu bertindak cepat dan tepat.

Rekam Jejak Kinerja

Pendekatan tersebut, kata Evi, telah diterapkan pada sejumlah institusi yang dipimpinnya. Di KITB, transformasi struktur organisasi dan integrasi manajemen risiko memperkuat fondasi perusahaan dari entitas berbasis proyek menjadi institusi dengan tata kelola lebih matang dan resilien.

Sementara di Sucofindo, penerapan disiplin finansial dan penguatan tata kelola berkontribusi pada pertumbuhan kinerja tertinggi dalam sejarah perusahaan serta memperbaiki kesenjangan performa tahun-tahun sebelumnya.

Mandat Baru di Surveyor Indonesia

Saat ini, Evi mengemban tugas sebagai Direktur Transformasi, SDM & Umum di PT Surveyor Indonesia (Persero). Penugasan tersebut menandai perluasan perannya dari pemimpin fungsi keuangan menjadi penggerak transformasi institusi.

Ia menyatakan transformasi difokuskan pada penguatan strategi, pengembangan sumber daya manusia, penyempurnaan proses bisnis, dan tata kelola perusahaan. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun organisasi yang adaptif, resilien, dan berkelanjutan di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks.

Menurutnya, perusahaan harus mampu merespons perubahan pasar dan teknologi secara gesit sekaligus menjaga integritas, kualitas keputusan berbasis risiko, serta kepercayaan para pemangku kepentingan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....