Simak Doa Ziarah Kubur jelang Ramadan 2026

  • 16 Feb 2026 13:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, JAKARTA - Ziarah kubur bukan sekadar tradisi rutin menjelang Ramadan 2026, tetapi menjadi momen hening penuh makna. Dalam ajaran Islam, ziarah menjadi ruang mendoakan yang wafat sekaligus mengingatkan diri tentang kepastian akhir kehidupan.

Peziarah tidak hanya datang untuk mengenang keluarga yang telah berpulang, tetapi juga memperbaiki niat dan amal. Doa menjadi inti utama rangkaian ziarah, mulai dari membaca Al-Fatihah, Yasin, tahlil, hingga memohonkan ampunan.

Membersihkan makam dan merapikan area sekitar juga bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat tulus. Ziarah diyakini membawa dampak spiritual, membuat hati lebih lembut dan kesadaran akhirat semakin menguat.

Mengutip NU Online, ziarah kubur sempat dilarang pada masa awal Islam sebelum akhirnya diperbolehkan kembali. Rasulullah SAW kemudian menganjurkannya melalui hadis yang menjadi dasar kuat praktik ziarah hingga kini.

كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ أَلَا فَزُورُوهَا، فَإِنَّهُ يُرِقُّ الْقَلْبَ، وَتُدْمِعُ الْعَيْنَ، وَتُذَكِّرُ الْآخِرَةَ، وَلَا تَقُولُوا هُجْرًا

Kuntu nahaitukum ‘an ziyāratil qubūr, alā fazūrūhā, fa innahā yuriqqul qalb, wa tudmi‘ul ‘ain, wa tudzakkirul ākhirah, wa lā taqūlū hujrā.

Artinya: “Dahulu saya melarang kalian berziarah kubur, tapi (sekarang) berziarahlah kalian, sesungguhnya ziarah kubur dapat melunakkan hati, menitikkan (air) mata, mengingatkan pada akhirat, dan janganlah kalian berkata buruk (pada saat ziarah).” (HR. Hakim).

Salam Saat Ziarah Kubur

Rasulullah SAW mengajarkan bacaan salam ketika tiba di pemakaman sebagai bentuk penghormatan. Salam ini mengingatkan bahwa penghuni kubur adalah kaum mukmin yang telah lebih dulu kembali.

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalāmu‘alaikum dāra qaumin mu’minīn wa atākum mā tū‘adūna ghadan mu’ajjalūn, wa innā insyā-Allāhu bikum lāhiqūn.

Artinya: "Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian."

Bacaan Ziarah ke Makam Wali atau Orang Saleh

Ketika berziarah ke makam wali atau orang saleh, sebagian ulama melantunkan shalawat Salamullâh Yâ Sâdah. Bacaan ini termasuk bagian dari doa ziarah kubur yang berisi permohonan rahmat dan keberkahan.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

سَـــلاَمُ اللهِ يـَا سَـــادَةْ ۩ مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْـْشَاكُمْ

عِبَـــــادَ اللهِ جِـئْنَــاكُمْ ۩ قَـصَدْنَاكُمْ طَلَبْنَـاكُمْ

تُـعِــيـْنُوْنَــــا تُـغِــــيْثُوْنَــــا۩ بـهِمَّتِكُمْ وَجَــدْوَاكُـمْ

فَأَحْبُـوْنَـــــا وَأَعْـطُوْنَــــا ۩ عَـطَاَياكُمْ هَـــدَايَـاكُمْ

فَــــلاَ خَيَّـبْتُـمُوْا ظَـــنِّيْ ۩ فَحَــاشَاكُمْ وَحَاشَاكُمْ

سَــعِدْنَـــا إِذْ أَتَيْنــَاكُمْ ۩ وَفُزْنَــا حِيْنَ زُرْنَــــاكُمْ

فَـقـُوْمُوْا وَاشْفَعُوْا فِيْنَا ۩ إِلَى الرَّحْمٰنِ مَـوْلاَكُمْ

عَسَى نُحْظَى عَسَى نُعْطَى ۩ مَـزَايـَا مِنْ مَزَايـَاكُمْ

عَسَى نَظْرَةْ عَسَى رَحْمَـــةْ ۩ تَـغْشَـانَا وَتَـغْشَاكُمْ

سَــــلاَمُ اللهِ حَـيــَّــاكُـــم ۩ وَعـَيْنُ اللهِ تَـرْعَــاكُمْ

وَصَـــــلَّى اللهُ مـَوْلاَنَـــا ۩ وَسَـــــلَّمَ مَا أَتَـيْنَــاكُـــــمْ

عَلَى الْمُخْـتَارِ شَـــافِعِنَــا ۩ وَمُـنْقـِذِنَـا وَإِيَّـــــاكُمْ

Bismillāhirrahmānirrahīm. Salāmullāhi yā sādah minar-Rahmāni yaghsyākum. Ibādallāhi ji’nākum qashadnākum thalabnākum. Tu‘īnūnā tughītsūnā bihimmatikum wa jadwākum. Fa ahbūnā wa a‘thūnā ‘athāyākum hadāyākum. Falā khayyabtumū dzannī fahāsyākum wahāsyākum. Sa‘idnā idz ataynākum wa fuznā hīna zurnākum. Faqūmū wasyfa‘ū fīnā ilar-Rahmāni mawlākum. ‘Asā nuhdzā ‘asā nu‘thā mazāyā min mazāyākum. ‘Asā nadzrah ‘asā rahmah taghsyānā wa taghsyākum. Salāmullāhi hayyākum wa ‘ainullāhi tar‘ākum. Wa shallallāhu mawlānā wasallama mā atainākum. ‘Alal mukhtāri syāfi‘inā wa munqidzinā wa iyyākum.

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Wahai Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu.”

“Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat ar-Rahman, Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu.”

“Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafaati dan menyelamatkan kita.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....