Barongsai, Tarian Tradisional Pembawa Keberuntungan dan Penolak Bala
- 15 Feb 2026 22:09 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tarian Barongsai atau Lion Dance merupakan tradisi kuno yang telah menjadi bagian dari budaya Tiongkok selama ribuan tahun. Barongsai dipercaya membawa keberuntungan, kebahagiaan, serta mengusir roh jahat.
Mengutip liondanceuk, sosok singa ini melambangkan simbol kekuatan, kebijaksanaan, dan kemakmuran. Tarian yang diiringi tabuhan gong, simbal, dan petasan yang dipercaya mampu menolak energi negatif sekaligus menyebarkan berkah.
Secara tradisional, barongsai menggambarkan singa yang mencari makanan berupa selada dan amplop merah berisi uang. Setelah ‘memakan’ selada, singa akan memuntahkannya kembali ke arah penonton atau pemilik usaha sebagai simbol limpahan rezeki.
Karena makna tersebut, pertunjukan barongsai kerap hadir saat perayaan Tahun Baru Imlek. Tak hanya itu, tarian ini juga dipersembahkan saat pembukaan usaha hingga pernikahan sebagai doa kemakmuran.
Sejarah mencatat tradisi penari bertopeng hewan sudah ada lebih dari 5.000 tahun di Tiongkok. Singa sendiri diperkenalkan sebagai hadiah dari penguasa wilayah yang kini menjadi Iran dan Afghanistan kepada kaisar Tiongkok.
Tarian barongsai mulai dikenal sejak Dinasti Han (205 SM–220 M) dan mencapai puncak popularitas pada Dinasti Tang (716–907 M). Kemudian, barongsai menyebar ke negara lain seperti Jepang, Korea, dan Taiwan dengan variasi gaya namun makna simbolik serupa.
Legenda rakyat turut memperkaya asal-usulnya. Salah satu kisah paling populer adalah tentang monster Nian yang meneror desa setiap tahun hingga akhirnya diusir oleh sosok singa.
Karena tidak selalu ada singa sungguhan, warga membuat kostum singa dan menirukan gerakannya untuk menakuti monster tersebut. Dari sinilah tradisi barongsai dipercaya lahir, dengan warna merah dan suara keras yang dianggap menakuti Nian.
Dalam perkembangannya, barongsai terbagi menjadi dua aliran utama, yakni gaya Selatan dan Utara. Gaya Selatan dikenal lebih simbolis dengan gerakan tegas dan ritualis, sedangkan gaya Utara menampilkan bentuk singa lebih realistis dengan empat kaki serta gerakan lincah.
Seiring waktu, pertunjukan ini menjadi semakin akrobatik dan kompetitif. Pada masa lalu, hadiah sering digantung hingga beberapa meter di atas tanah.
Hal ini membuat hanya penari terlatih yang mampu meraihnya, sambil mengenakan kepala singa yang berat. Kini, barongsai bahkan berkembang menjadi cabang kompetisi internasional, termasuk kejuaraan dunia yang rutin digelar di Malaysia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....