Legislator: Stok BBM dan LPG Aman jelang Ramadan

  • 14 Feb 2026 04:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, ketersediaan BBM dan LPG kembali menjadi perhatian publik. Lonjakan konsumsi LPG nasional pada periode Ramadan yang diperkirakan meningkat sekitar 15–20 persen akibat kebutuhan rumah tangga selama bulan puasa berpotensi menimbulkan tekanan distribusi.

Anggota Fraksi Partai Golkar Komisi VI DPR RI Sarifah Suraidah menegaskan bahwa Pertamina harus memastikan distribusi energi berjalan lancar tanpa hambatan. Kelancaran itu harus terjadi selama periode puasa hingga pasca-mudik.

Menurutnya, pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kepadatan lalu lintas dan peningkatan mobilitas masyarakat kerap menjadi faktor penghambat distribusi ke SPBU maupun agen LPG. Jika tidak diantisipasi secara matang, kondisi ini dapat berdampak pada stabilitas harga.

“Momentum Ramadan dan Lebaran adalah periode krusial. Negara tidak boleh lengah dalam memastikan kebutuhan dasar energi masyarakat terpenuhi tanpa kelangkaan dan janga timbulkan keresaha,” kata Sarifah kepada media di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Srikandi Politik dari Dapil Kalimantan Timur ini mendorong agar Pertamina memperkuat langkah mitigasi dengan memastikan buffer stok minimal 25 persen di depot strategis. Seperti di Cilacap dan Semarang, serta menyiapkan tambahan armada distribusi hingga 15 persen guna mengantisipasi lonjakan permintaan.

Sarifah juga meminta pengawasan distribusi diperketat di wilayah perkotaan dengan konsumsi tinggi untuk mencegah penumpukan atau keterlambatan pasokan di tingkat agen dan pangkalan. Lebih lanjut, Bunda Harum –demikian Sarifah Suraidah akrab disapa, menilai ketersediaan BBM dan LPG bukan hanya soal pasokan, tetapi juga menyangkut stabilitas ekonomi nasional.

“Distribusi energi yang terganggu dapat berdampak pada kenaikan biaya produksi dan harga kebutuhan pokok. Karena itu perlu sinergi antara Pertamina, pemerintah daerah, dan aparat pengawas agar sistem berjalan optimal,” ucapnya.

Menutup pernyataannya, Sarifah Suraidah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kesiapan energi nasional selama Ramadan dan Lebaran 2026. “Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah puasa dan merayakan Idul Fitri dengan tenang, tanpa kekhawatiran akan kelangkaan BBM atau LPG,” ucapnya menjelaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....