Dukung Pelestarian Budaya Betawi, Sarana Jaya Luncurkan Ramadan Ngabub
- 12 Feb 2026 22:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumda Pembangunan Sarana Jaya, bersama Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, menandatangani nota perjanjian kerja sama (MoU) pelestarian budaya Betawi, di Hotel Novotel, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Februari 2026. Kerja sama itu mendorong hotel-hotel milik Sarana Jaya, menjadi ruang promosi sekaligus edukasi budaya Betawi.
Direktur Utama Sarana Jaya, Bernard Yohanes menyatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan Pemprov DKI, dalam menghadirkan ruang publik yang hidup dan berkarakter. Tentunya melalui pemanfaatan aset daerah berbasis budaya.
"PKS ini menjadi dasar operasional pelestarian budaya Betawi. Di unit usaha perhotelan yang kami kelola," ujar Bernard kepada wartawan di lokasi, Kamis, 12 Februari 2026.
Implementasi kerja sama dilakukan di Novotel Jakarta Cikini, Hotel Mercure Jakarta Cikini, dan Veranda Hotel Pakubuwono. Melalui kerja sama itu, lanjut Bernard, hotel tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai media edukasi budaya, kuliner, dan narasi sejarah Jakarta.
Momentum Ramadan dipilih sebagai ruang aktivasi budaya. Melalui program Ramadan Ngabuburit di Novotel Jakarta Cikini, hotel menghadirkan sajian buka puasa. Terinspirasi kuliner legendaris kawasan Cikini-Menteng seperti bubur Cikini, siomay, soto Betawi, dan mie ayam.
"Tujuan kami mempertahankan dan melestarikan budaya Betawi. Sekaligus mendorong generasi muda lebih mencintai budaya Jakarta," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mochamad Miftahulloh Tamary mengatakan, kolaborasi itu menjadi langkah konkret Pemprov, menghadirkan budaya Betawi di ruang-ruang publik strategis, termasuk hotel.
"Tadi kita telah menandatangani perjanjian kerja sama, antara Pemprov DKI Jakarta, dalam hal ini Dinas Kebudayaan, dengan Sarana Jaya. Bentuk kerja samanya terkait pemajuan kebudayaan Betawi," kata Miftahulloh.
Ia menjelaskan, implementasi kerja sama dilakukan melalui penyajian kuliner khas Betawi, serta menghadirkan ornamen budaya seperti kembang kelapa, ondel-ondel, batik, dan elemen dekoratif lainnya, di hotel-hotel yang dikelola Sarana Jaya.
"Dengan kolaborasi ini, kami berharap budaya Betawi tersosialisasi dengan baik, kepada para tamu hotel. Sehingga mereka mengenal lebih dekat ikon-ikon budaya Betawi," katanya.
Ia menegaskan, kerja sama tersebut, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024, yang menegaskan bahwa budaya Jakarta adalah budaya Betawi.
"Makanan khas Betawi akan disajikan di hotel-hotel. Selain itu, interior dan ornamen bernuansa Betawi seperti kembang kelapa, ondel-ondel, batik, dan elemen budaya lainnya juga akan dihadirkan," ucapnya.
Dalam menyambut Ramadan, Novotel Jakarta Cikini menawarkan paket prasmanan All You Can Eat, seharga Rp388.000 per orang, di Restoran Food Exchange. Program itu dijadwalkan berlaku mulai hari pertama Ramadan.
Selain kuliner, Novotel Cikini juga menampilkan booth UMKM batik Betawi. Serta menghadirkan program Heritage Walk, yang mengajak tamu mengenal situs bersejarah, di kawasan Menteng dan Cikini.
Sarana Jaya juga membuka peluang bagi pelaku UMKM, untuk terlibat dalam berbagai aktivitas hotel. Konsep serupa telah diterapkan di kawasan Tebet, dengan menghadirkan kuliner berbasis harga terjangkau, agar masyarakat dapat berkumpul dalam suasana yang hangat dan inklusif.
Melalui kerja sama itu, Pemprov DKI dan Sarana Jaya, menargetkan pelestarian budaya Betawi, menjadi praktik berkelanjutan, dalam pengelolaan aset daerah. Sekaligus memperkuat citra Jakarta menjelang lima abad.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....