Akses Jalan Aceh Pascabencana Kian Terhubung

  • 12 Feb 2026 18:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Aceh - Pemerintah mempercepat pembukaan akses jalan raya sebagai prioritas utama pemulihan Aceh pascabanjir dan longsor yang terjadi pada November 2025. Langkah ini menjadi kunci untuk mengakhiri isolasi wilayah serta memulihkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam rilis Tim Media Presiden di Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026, disebutkan wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi kini mulai terbuka secara bertahap. Distribusi bantuan kembali lancar. Mobilitas warga perlahan pulih. Aktivitas masyarakat kembali berjalan dan roda perekonomian mulai berputar.

Per hari ini ruas jalan dari Kota Banda Aceh hingga Meureudu telah terhubung dan beroperasi fungsional untuk semua jenis kendaraan. Ruas Meureudu–Batas Pidie Jaya/Bireuen juga telah beroperasi fungsional untuk seluruh kendaraan.

Oprit jembatan yang sempat runtuh telah selesai ditimbun, sehingga Jembatan Krueng Meureudu dapat difungsikan kembali sejak 12 Desember 2025.

Ruas Jalan Kota Bireuen–Batas Bireuen/Aceh Utara telah terhubung sejak 27 Desember 2025.

Kemudian ruas Batas Kota Lhokseumawe/Batas Aceh Utara hingga Kota Langsa kini dapat dilalui semua jenis kendaraan setelah pembersihan sedimen yang rampung pada 10 Desember 2025. Sementara itu, Jembatan Ulee Langa yang mengalami kerusakan saat ini masih dalam proses perbaikan.

Pembersihan juga telah dilakukan pada ruas jalan Kota Langsa hingga Kota Kuala Simpang dan kini dapat dilalui secara fungsional oleh semua jenis kendaraan. Ruas Kuala Simpang–Batas Provinsi Sumatera Utara juga sudah kembali normal dan dapat dilintasi seluruh kendaraan.

Ruas Kota Bireuen–Batas Bireuen/Bener Meriah telah terhubung setelah pemasangan jembatan Bailey selesai dilakukan. Ruas Batas Aceh Tengah/Nagan Raya–Lhok Seumot–Jeuram kini terhubung dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Ruas Genting Gerbang–Celala–Batas Aceh Tengah/Nagan Raya beroperasi fungsional untuk roda dua dan roda empat sejak 24 Desember 2025. Ruas Batas Aceh Tengah/Gayo Lues–Blangkejeren telah fungsional sejak 21 Desember 2025 dan dapat dilalui kendaraan roda dua dan empat.

Ruas Blangkejeren–Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara sempat beroperasi pada 19 Desember 2025, namun kembali terdampak longsor pada 3 Januari 2026. Setelah penanganan, jalur tersebut kembali fungsional untuk kendaraan roda dua dan empat sejak 9 Januari 2026.

Ruas Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara–Kota Kutacane telah terhubung setelah penanganan sementara longsor dan pemasangan Bailey pada Jembatan Lawe Mengkudu I. Adapun ruas Kota Kutacane–Batas Provinsi Sumatera Utara kini dapat dilalui semua jenis kendaraan.

Ruas Geumpang–Pameue–Genting Gerbang–Simpang Uning beroperasi fungsional, dengan pengalihan melalui jalan alternatif Angkup untuk menghindari Jembatan Putus Titi Merah. Ruas Batas Bireuen/Bener Meriah–Batas Bener Meriah/Aceh Tengah–Kota Takengon juga beroperasi fungsional melalui jalur alternatif.

Dari tujuh jembatan yang sempat terputus, lima jembatan telah kembali beroperasi, yakni Jembatan Alue Kulus, Krueng Rongka, Weihni Lampahan, Timang Gajah, dan Weihni Enang-Enang. Ruas Simpang Uning (Batas Kota Takengon)–Uwaq (Km 379)–Batas Aceh Tengah/Gayo Lues beroperasi fungsional untuk roda dua dan empat sejak 31 Desember 2025.

Sementara itu, di Kabupaten Aceh Tenggara tengah dilaksanakan penggantian jembatan daerah, yakni Jembatan Pante Dona. Pemerintah memastikan percepatan pembukaan akses ini menjadi fondasi utama pemulihan menyeluruh Aceh pascabencana, dengan akses transportasi yang kembali terhubung, diharapkan stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat pulih secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....