Mathla’ul Anwar Siapkan Seribu Dai Jaga NKRI Pelosok

  • 10 Feb 2026 21:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mathla’ul Anwar (MA) menegaskan komitmennya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui penguatan dakwah. Organisasi Islam yang telah berusia 110 tahun ini meluncurkan program sertifikasi 1.000 dai untuk diterjunkan ke berbagai pelosok Tanah Air.

Program tersebut menjadi langkah strategis MA dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas dai. Tujuannya agar dakwah mampu menjawab tantangan zaman di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Dai Mathla’ul Anwar harus memiliki pemahaman kebangsaan yang utuh,” ujar Anggota DPR RI Dapil Banten II, Jazuli Juwaini, Selasa, 10 Februari 2026. Menurutnya, dakwah harus bersifat teduh, sejuk, damai, menyatukan, dan mendorong kemajuan bangsa.

Kegiatan sertifikasi dai ini dibuka langsung Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief. Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan dan tokoh MA dari berbagai daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Majelis Fatwa PB MA Prof. Dr. Sibli Sardjaya serta Ketua PB MA Bidang Dakwah Dr. KH. Hasani Ahmad Said. Turut hadir tokoh MA lainnya, di antaranya KH. Zaenal Abidin Sujai, KH. Muhammad Zen, Ahmad Taufiq Rahman, Asep Rahmatullah, serta Kepala Kanwil Kemenag Banten Dr. Amrullah.

Dr. KH. Jazuli Juwaini hadir sebagai pemateri utama dengan tema Dakwah dan Keindonesiaan. Ia menegaskan Mathla’ul Anwar memiliki tanggung jawab historis membentuk dai yang membawa pesan Islam rahmatan lil ‘alamin bagi Indonesia.

Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia ini menyoroti tantangan dakwah di era globalisasi dan kemajuan teknologi. Bonus demografi, menurutnya, harus dibaca sebagai peluang strategis untuk memperluas jangkauan dakwah.

Ia menegaskan nilai-nilai Islam tidak boleh goyah oleh perubahan zaman. Namun, metode dan pendekatan dakwah harus adaptif dan inovatif agar tetap relevan dengan generasi baru.

“Allah SWT memerintahkan dakwah dengan hikmah dan keteladanan,” kata Jazuli. Ia juga mengingatkan pesan Nabi Muhammad SAW agar dakwah disampaikan sesuai bahasa dan tingkat intelektualitas umat.

Program sertifikasi 1.000 dai ini menjadi bagian dari jalan pengabdian panjang Mathla’ul Anwar. Dakwah inklusif dan moderat terus diperkuat untuk kemaslahatan umat dan bangsa.

MA optimistis penguatan kualitas dai akan memperbesar kontribusinya bagi persatuan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dakwah diposisikan sebagai instrumen strategis menjaga NKRI.

“Dengan jalan dakwah inilah. Insya Allah Mathla’ul Anwar akan semakin besar kontribusinya untuk umat, bangsa, dan negara,” kata Jazuli.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....