Sejarah dan Makna Baju Cheongsam dalam Perayaan Imlek
- 10 Feb 2026 19:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Perayaan Tahun Baru Imlek identik dengan berbagai simbol budaya Tionghoa, termasuk busana tradisional. Salah satu pakaian yang paling dikenal adalah cheongsam yang kerap dikenakan perempuan saat momen tersebut.
Cheongsam umumnya berbentuk gaun panjang dengan potongan khas dan motif beragam. Warna merah sering mendominasi karena dianggap melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.
Dalam istilah Kanton, cheongsam berarti gaun panjang, sedangkan dalam bahasa Mandarin dikenal sebagai qipao. Busana ini telah menjadi bagian penting dari tradisi berpakaian perempuan Tionghoa.
Popularitas cheongsam mencapai puncaknya sekitar akhir 1920-an hingga 1960-an. Pada masa itu, busana ini banyak dipakai perempuan Tionghoa di kota-kota besar Asia.

Secara historis, cheongsam berasal dari jubah panjang perempuan Manchu pada era Dinasti Qing di Tiongkok. Pakaian tersebut memiliki potongan lurus hingga mata kaki dengan belahan di sisi kanan dan kiri.
Sebelum cheongsam dikenal luas, perempuan Tionghoa lazim mengenakan busana dua potong. Kombinasi atasan dengan rok atau celana menjadi pilihan umum saat itu.
Perkembangan cheongsam modern bermula pada awal abad ke-20. Sejumlah mahasiswi di Shanghai memodifikasi jubah panjang pria menjadi busana perempuan sebagai simbol kesetaraan.
Model awal cheongsam cenderung longgar dan sederhana. Namun seiring waktu, desainnya berkembang menjadi lebih elegan dan mengikuti tren mode.
Ciri khas cheongsam terlihat pada kerah tinggi, bukaan asimetris, serta belahan samping. Detail kancing tradisional yang dikenal sebagai hua niu juga menjadi elemen khas busana ini.
Bahan cheongsam beragam, mulai dari katun hingga sutra dan brokat. Pemilihan bahan biasanya disesuaikan dengan acara, musim, serta tingkat formalitas.
Sebagai busana budaya, cheongsam mencerminkan identitas perempuan Tionghoa. Pakaian ini kerap dianggap simbol keanggunan sekaligus representasi nilai tradisi.
Generasi muda kini banyak memodifikasi cheongsam agar lebih modern. Meski begitu, makna historis dan budayanya tetap dijaga dalam perayaan Imlek.
Dalam konteks Imlek, cheongsam bukan sekadar busana perayaan. Pakaian ini juga merepresentasikan harapan keberuntungan, kebahagiaan, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....