Publik Yakin Riza Chalid Terlibat Dugaan Korupsi

  • 08 Feb 2026 16:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Keyakinan publik terhadap keterlibatan Riza Chalid dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak di Pertamina mencapai tingkat yang sangat dominan. Hampir seluruh masyarakat yang mengikuti perkembangan kasus hukum ini meyakini peran pengusaha tersebut dalam skandal yang tengah diusut Kejaksaan Agung.

Temuan tersebut terungkap dalam survei nasional Indikator Politik Indonesia yang mencatat menguatnya persepsi publik terhadap kasus korupsi besar di sektor energi. Survei ini sekaligus menunjukkan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap ketegasan aparat penegak hukum.

Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, menyatakan bahwa kasus Riza Chalid telah menjadi perhatian luas publik. Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat berbanding lurus dengan menguatnya keyakinan atas keterlibatan pihak yang ditetapkan sebagai buronan Kejaksaan Agung tersebut.

Berdasarkan survei periode 15–21 Januari 2026, tingkat kepercayaan publik terhadap keterlibatan Riza Chalid mencapai angka yang sangat tinggi. Di kalangan responden yang mengetahui kasus tersebut, keyakinan publik telah menembus level hampir menyeluruh.

Burhanuddin menjelaskan, responden yang menyatakan percaya terhadap keterlibatan Riza Chalid melonjak menjadi 75,9 persen. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level 66,2 persen.

Sementara itu, responden yang menyatakan sangat percaya tercatat sebesar 11,4 persen. Jika diakumulasikan, sebanyak 87,3 persen responden atau hampir seluruh masyarakat yang mengetahui kasus ini meyakini Riza Chalid terlibat dalam dugaan korupsi tersebut.

“Dari 44,5 persen warga yang mengetahui bahwa Riza Chalid merupakan buronan Kejaksaan Agung. Mayoritas mutlak percaya ia terlibat dalam kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina,” kata Burhanuddin, Minggu, 8 Februari 2026.

Ia menegaskan, tingkat keyakinan publik yang sangat tinggi ini mencerminkan penilaian masyarakat terhadap fakta-fakta hukum yang berkembang di ruang publik. Survei juga mencatat adanya peningkatan kesadaran publik terhadap status hukum Riza Chalid.

Pada Oktober 2025, tingkat awareness berada di angka 39,4 persen dan meningkat menjadi 44,5 persen pada Januari 2026. Di sisi lain, jumlah masyarakat yang meragukan keterlibatan Riza Chalid terus menyusut.

Responden yang menyatakan kurang percaya hanya tersisa 7,6 persen. Adapun responden yang menyatakan tidak percaya sama sekali berada di angka yang sangat kecil, yakni 0,7 persen.

Tingginya keyakinan publik ini dinilai sebagai bentuk tekanan moral sekaligus ekspektasi terhadap Kejaksaan Agung. Publik berharap proses hukum berjalan tegas, transparan, dan berujung pada penuntasan perkara tanpa kompromi.

Survei nasional Indikator Politik Indonesia ini melibatkan 1.220 responden yang dipilih secara acak. Survei memiliki margin of error sebesar 2,9 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....