Publik Percaya Kejaksaan Agung Tuntaskan Kasus Dugaan Chromebook
- 08 Feb 2026 16:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum kembali menguat seiring pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook oleh Kejaksaan Agung. Temuan ini tercermin dalam survei nasional Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan mayoritas masyarakat menilai Korps Adhyaksa mampu membawa perkara tersebut hingga tuntas.
Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Prof. Burhanuddin Muhtadi, mengatakan meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini menjadi indikator penting bagi legitimasi proses hukum. Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi aparat penegak hukum dalam menuntaskan perkara korupsi bernilai besar.
Berdasarkan survei periode 15–21 Januari 2026, tingkat kesadaran publik terhadap kasus Chromebook mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya. Sebanyak 43,8 persen responden menyatakan mengetahui atau pernah mendengar kasus tersebut, naik dari 35,5 persen pada survei Oktober 2025.
Di antara responden yang mengetahui kasus ini, tingkat kepercayaan terhadap Kejaksaan Agung terbilang dominan. Sebanyak 67,4 persen responden menyatakan percaya Kejaksaan Agung akan mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut.
“Kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung tergolong tinggi dalam kasus ini,” kata Burhanuddin, Minggu, 8 Februari 2026. Ia menjelaskan, kepercayaan tersebut terdiri dari 60,2 persen responden yang menyatakan percaya dan 7,2 persen yang menyatakan sangat percaya.
Sementara itu, sebesar 22,8 persen responden menyatakan kurang percaya terhadap penuntasan kasus tersebut. Adapun responden yang menyatakan tidak percaya sama sekali tercatat sebesar 6,5 persen.
Burhanuddin menegaskan, mayoritas responden yang mengetahui kasus Chromebook menaruh ekspektasi besar pada kinerja Kejaksaan Agung. Hal ini, menurutnya, menjadi sinyal kuat bahwa publik menuntut proses hukum yang transparan, akuntabel, dan berujung pada penegakan keadilan.
Survei nasional ini dilakukan pada Januari 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Survei memiliki margin of error sebesar 2,9 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....